Artikel
Tips Budidaya Tanaman Bawang Merah: Cara Ampuh Mengendalikan Rumput, Gulma Terkendali Sejak Dini
Hallo Sobat Tani!
Komoditas bawang merah merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Tanaman bawang merah dapat ditemukan dibanyak daerah di Indonesia terutama di daerah yang merupakan sentra produksi bawang merah seperti Brebes, Nganjuk, Bima, Enrekang, Padang. Bawang merah dapat tumbuh dengan baik di Indonesia karena tanah dan cuaca mendukung untuk mendukung kelangsungan budidaya tanaman bawang merah.
Budidaya bawang merah merupakan salah satu budidaya tanaman yang lumayan padat modal. Salah satu biaya dalam budidaya bawang merah yang memerlukan biaya yang cukup tinggi adalah pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti hama, penyakit dan gulma. Masing- masing OPT tersebut memberikan dampak kerugian yang berbeda beda.
Gulma merupakan salah satu OPT yang paling merugikan dan harus ditangani sejak dini bahkan sebelum proses penananam. Gulma dapat menyebabkan kerugian karena gulma bersaing dengan tanaman dalam hal kompetisi ruang tumbuh, nutrisi dan cahaya.
1. Kompetisi Ruang Tumbuh
Setiap komoditas tanaman termasuk bawang bawang membutuhkan jarak tanam yang ideal. Jika jarak tanam terlalu rapat, partumbuhan tanaman akan kurang optimal dan membuat iklim mikro disekitar tanaman menjadi kurang bagus untuk tanaman. Jarak tanam yang terlalu lebar membuat jumlah tanaman yang ditanam kurang optimal atau terlalu sedikit. Selain itu, jarak tanam yang terlalu lebar akan memberikan ruang tumbuh yang cukup bagi gulma. Tentu hal ini akan sangat merugikan.
2. Kompetisi Nutrisi/ Unsur Hara
Setiap tumbuhan baik yang kita budidayakan maupun tumbuhan liar seperti gulma membutuhkan unsur hara untuk partumbuhan. Jika disekitar tanaman utama tumbuh banyak gulma tentu saja hal tersebut akan sangat merugikan karena unsur hara yang ada di tanah akan diperebutkan oleh tanaman budidaya dan gulma. Jika Sobat Tani memberikan pupuk tambahan baik pupuk hayati maupun kimia juga tetap tidak akan optimal jika masih ditemukan banyak gulma disekitar tanaman utama. Oleh karena itu gulma sangat perlu dikendalikan
3. Cahaya
Semua tumbuhan yang melakukan fotosintesis pasti membutuhkan cahaya. Cahaya merupakan salah satu factor utama yang menentukan hasil fotosintesis. Jika disekitar tanaman budidaya banyak gulma yang tumbuh, cahaya matahari akan diperebutkan oleh tanaman utama dan gulma, apalagi jika gulma tumbuh lebih dominan dan menutupi sebagian besar tanaman utama.
Selain gulma berkompetisi dengan tanaman utama dalam ketihal hal tersebut, gulma juga dapat menjadi inang alternatif atau inang perantara bagi banyak jenis hama dan patogen. Oleh karena itu gulma perlu dikendalikan agar budidaya tanaman yang dilakukan Sobat Tani memberikan hasil yang sesuai dengan harapan Sobat Tani. Tentu saja Sobat Tani DGW tidak mau kan melakukan budidaya suatu tanaman tetapi hasilnya tidak optimal bahkan merugi?
Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pengendalian manual, fisik, mekanik, biologis, maupun kimiawi. Pengendalian gulma secara manual dapat dilakukan dengan mencabut gulma secara langsung. Pengendalian secara fisik dapat dilakukan dengan penggunaan mulsa karena mulsa akan menghambat pertumbuhan gulma. Pengendalian secara mekanik dapat dilakukan dengan memanfaatkan alat – alat seperti parang, cangkul dan sejenisnya. Pengendalian secara biologi dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami gulma seperti beberapa jenis serangga maupun patogen, namun pengendalian secara biologi harus hati-hati agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Pengendalian gulma secara kimiawi dapat dilakukan dengan memanfaatkan herbisida.
Salah satu jenis herbisida yang paling banyak digunakan untuk mengendalikan gulma bawang yaitu bahan aktif oksifluorfen. Bahan aktif cukup populer untuk petani bawang merah. Apakah Sobat Tani sudah pernah mengenal bahan aktif ini atau bahkan pernah menggunakannya?
DGW juga memiliki produk baru dengan bahan aktif oksifluorfen yaitu Trail 240 EC. Trail 240 EC adalah herbisida selektif tanaman bawang merah yang mampu mengendalikan gulma pada tanaman bawang merah dan aman bagi tanaman utama. Trail 240 EC mampu mengendalikan biji gulma yang belum tumbuh yang berada di dalam tanah.
Trail 240 EC dapat diaplikasikan sebelum tanam atau 1-3 hari setelah tanam dengan penggunaan sebanyak 25-30 ml (1 tutup botol) per tangki 16 liter. Setelah diaplikasikan, Trail mampu bertahan ditanah sekitar 20 – 40 hari sehingga mampu menghambat pertumbuhan gulma. Jadi jika Sobat Tani menggaplikasikan Trail 240 EC di lahan, tanaman bawang merah Sobat Tani aka aman dari gulma.
Apakah Sobat Tani sudah ada yang pernah menggunakan Trail 240 EC? Silahkan bagikan pengalaman Sobat Tani dalam menggunakan Trail 240 EC di kolom komentar.
Trail 240 EC !! Melindungi Sejak Dini

PRODUCT DEVELOPMENT TEAM -
21 Desember, 2022
SOFT LAUNCHING PRODUK TRAIL SEBAGAI SOLUSI PENGENDALI GULMA PADA TANAMAN BAWANG
Salah satu strategi promosi paling efektif untuk mengenalkan produk baru salah satunya adalah melalui kegiatan Soft Launching produk baru. Soft Launching menjadi platform ideal untuk memasarkan produk baru secara langsung kepada petani dengan metode pembuatan demplot dan disaksikan langsung oleh petani, sehingga para petani dapat menyaksikan langsung hasil dari kualitas produk Trail sebagai solusi bagi para petani bawang. Sesuai dengan nama kegiatan, Soft Launching dilaksanakan dalam skala kecil kehadiran peserta dalam suatu kelompok saja, namun masiv di lakukan berbagai wilayah seperti sumatera barat, brebes, nganjuk, bima dan enrekang di sulawesi selatan.

Acara ini menghadirkan pameran tanaman hasil demo penggunaan produk baru. Pengunjung dapat melihat langsung efikasi dan kegunaan dari produk tersebut. Hal ini menciptakan pengalaman berharga dan membangun antusiasme petani. Produk baru yang diluncurkan yaitu TRAIL 250 EC, merupakan herbisida kontak pra tumbuh berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan berwarna coklat tua, digunakan untuk mengendalikan gulma di tanaman bawang merah. Hasil uji coba demo plot memperlihatkan gulma di tanaman bawang merah yang disemprot menggunakan produk Trail belum tumbuh (lahan masih bersih) sampai usia 30 hari setelah penyemprotan dan tidak ada toksisitas pada tanaman bawang merah.
Dalam suasana yang santai dan interaktif, Soft Launching juga menyediakan kesempatan bagi pengunjung untuk berkonsultasi langsung mengenai produk. Tim ahli dapat memberikan informasi yang jelas dan edukatif tentang produk yang diluncurkan, termasuk cara penggunaan, manfaat, dan dampaknya terhadap hasil pertanian, sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsumen.

Tidak hanya memamerkan produk, Soft Launching juga memfasilitasi penjualan langsung. Dengan menyediakan area penjualan, pengunjung dapat segera memperoleh produk yang menarik minat mereka, menciptakan pengalaman pembelian yang instan dan mempercepat adopsi produk di pasaran.
Undian berhadiah menjadi salah satu daya tarik dalam acara ini. Peserta yang hadir memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah menarik, yang diundi pada acara tersebut. Untuk memeriahkan acara, dihadirkan live music bagi pengunjung yang sudah hadir. Penampilan live musik tidak hanya menciptakan suasana yang menyenangkan, tetapi juga meningkatkan daya tarik acara dan membuat acara lebih berkesan.

Acara ini tidak hanya merupakan kesempatan besar bagi petani untuk mempelajari produk baru, namun juga merupakan kesempatan untuk membangun jaringan dengan sesama petani yang hadir. Dengan mendiskusikan produk ini dengan petani lain dan petugas lapangan, pengunjung dapat memperoleh wawasan berharga tentang bagaimana produk tersebut dapat cocok dengan praktik pertanian mereka.
Melalui acara Soft Launching, perusahaan dapat mendapatkan pemahaman lebih baik tentang preferensi dan kebutuhan target pasar. Tanggapan langsung dari konsumen dan reaksi mereka dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan produk dan strategi pemasaran.
Melalui kombinasi pameran produk, konsultasi langsung, penjualan instan, hiburan musik, dan undian berhadiah, Soft Launching menjadi strategi yang holistik dan menyeluruh dalam mempromosikan produk baru. Dengan fokus pada interaktivitas dan kesenangan, acara ini dapat menciptakan pengalaman yang positif dan merangsang minat konsumen.
DIGITAL PROMOTION TEAM -
10 Desember, 2022
DGW 21th ANNIVERSARY GOES TO THAILAND
Usia perusahaan yang semakin bertambah merupakan perjalanan yang panjang dan patut mendapatkan apresiasi. Beberapa badai krisis yang menerpa perusahaan sempat menggoyahkan namun berhasil dilewati dengan baik. Perusahaan telah berbenah, visi dan misi ditetapkan dan dijadikan motivasi untuk terus bekerja keras dan berinovasi. Kini, perusahaan sedang menanjak naik, berusaha bersama seluruh lapisan karyawan untuk meraih yang terbaik. Dengan tema DGW 21th Anniversary goes to Thailand, bersama customer terbaik, DGW mengadakan wisata ke Thailand. Customer berasal dari profit center yang tersebar diseluruh penjuru Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua.
Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasi kepada kios R1 atas kerjasama yang sudah terjalin selama ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 14 November 2022 yang dibagi menjadi 3 batch keberangkatan. Masing-masing batch memiliki waktu 4 hari untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Thailand. Tempat wisata yang dikunjungi antara lain, Wat Arun, Bangkok Grand Palace, dan, Ancient City, kemudian dilanjutkan berbelanja di Honey Shop & Dry Fruit Shop, Siam Factory Outlet, Chatuchak, Srinagarinda Night Market, Asiatique Night Market, dan MBK Shopping Center.
Salah satu rangkaian acara perayaan DGW 21th Anniversary adalah Gala Dinner yang dihadiri oleh seluruh peserta dari berbagai batch. Gala Dinner dilaksanakan pada tanggal 11 November 2022 dan bertempat di Ballroom The Berkeley Hotel Patrunam Bangkok. David Yaory, selaku CEO DGW, ikut hadir dalam acara ini bersama dengan seluruh Regional Sales Manager (RSM) hingga Sales Superviser (SS). Pada kesempatan ini, Bapak David Yaory mengungkapkan dalam sambutannya, “Mudah-mudahan ini menjadi satu pengalaman yang tidak terlupakan bagia semua”. Tidak hanya itu, dalam kegiatan Gala Dinner ini juga dimeriahkan oleh tarian tradisional Thailand dan juga terdapat banyak hadiah undian untuk kios R1, mulai dari smartphone, smartwatch, sepeda listrik, motor listrik, hingga hadiah utama, yaitu mobil. Salah satu kios yang beruntung mendapatkan hadiah utama, yaitu CV Serasan Agro yang berasal dari Sumatera Selatan. Peringatan Hari Ulang Tahun yang menembus angka 21 ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk menjadi perusahaan dengan performa yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.
DIGITAL PROMOTION TEAM -
14 November, 2022
Mini Launching: Meraih Kesuksesan Bersama Trail
Demi mewujudkan daerah dengan produktivitas bawang merah terbesar di Malang, 30 Oktober lalu, Mobile Development Officer (MDO) dari DGW melakukan peluncuran teknologi baru pembasmi gulma tanaman bawang Trail 240 EC di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kab. Malang, Jawa Timur.
Sekitar 100 petani andalan DGW, masyarakat, serta pemerintah setempat hadir untuk melihat langsung performa teknologi Trail di lahan pertanian bawang merah. Salah satu rangakaian kegiatan diacara ini yaitu Tour Lahan Demplot, petani diajak berkeliling oleh staf MDO setempat, Pandu Bagus, untuk mengamati lahan bawang merah yang sudah diaplikasikan Trail sekaligus berdiskusi secara langsung dengan petugas DGW yang ada di lapangan.
Disini juga dijelaskan bahwa gulma dapat menurunkan kuantitas tanaman budidaya yang disebabkan oleh adanya kompetisi gulma dengan tanaman dalam perebutan air, tanah, cahaya matahari, unsur hara, ruang tumbuh dan udara yang menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Untuk itu, Trail hadir sebagai solusi pengendalian gulma yang efektif dan efisien.
Dengan edukasi mengenai pentingnya mengendalikan gulma sejak dini, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas bawang merah sehingga kesejahteraan juga ikut meningkat.
Anang Setiawan, salah satu petani andalan DGW telah membuktikan kehebatan teknologi Trail yang diaplikasikan pada lahan bawang miliknya, "Ketika saya menggunakan produk lain, biasanya gulma itu tumbuh lagi pada umur 15 hst, setelah pakai Trail, gulma hanya tumbuh lagi di umur 30 hari lebih, jadi tanaman bawang saya lebih sehat karena tidak terganggu gulma dan unsur hara yang diserap tanaman jadi lebih maksimal” ucapnya. Setelah diajak berkeliling lahan, para petani diberi kesempatan untuk mengikuti pengundian hadiah.
Lahan demplot ini sekaligus menjadi contoh bagi petani bawang merah dan masyarakat pada umumnya yang berada di wilayah Mulyorejo dan seekitarnya dalam meningkatkan produktivitas bawang merah dengan cara merawat tanaman dengan sebaik-baiknya dan mencegah gulma tumbuh sedini mungkin.
DIGITAL PROMOTION TEAM -
30 Oktober, 2022
Agrofair DGW 2022: Hidden Gems di Priangan Timur
Minggu, 9 Oktober 2022, DGW mengadakan Agrofair di Dusun Sidamulya, Desa Langensari, Kota Banjar. Sekitar 300 petani, BPP, dan pemerintah setempat hadir di acara ini. Banjar dipilih karena memiliki potensi pertanian yang cukup besar, terutama di tanaman padinya sehingga cocok untuk dijadikan percontohan. Pada kesempatan kali ini DGW memperkenalkan inovasi teknologi baru yaitu BALSECTLI (Balistic, Klensect, Leili) dan EXIS (Explore, Astonish). Teknologi tersebut ditujukan untuk melindungi padi mulai dari masa vegetatif hingga generatif sehingga mendapatan hasil yang maksimal.

Bapak Sutono, petani asal Desa Lengen telah membuktikannya, teknologi ini membantu meningkatkan hasil panen dari yang sebelumnya hanya 5 ton/ha, menjadi 12,9 ton/ha. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Product Manager of Insecticide, Lutfi L. Dinendra, “Keunggulan dari produk DGW yaitu kita fokus ke hasil akhir, kualitas dan kuantitas dari gabah itu, dimana lebih bening, lebih berbobot dan beras yang pecah berkurang. Karena dari awal kita rawat, sehingga hasilnya akan lebih maksimal,"
Melalui kegiatan ini petani diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya mengenai cara meningkatkan kualitas dan kuantitas padi. Selain memberikan edukasi mengenai teknologi baru, DGW juga mengadakan game dan kuis berhadiah dari mobil DGW Roadshow. Untuk membaca liputan mengenai Agro Fair DGW Banjar silahkan akses tautan berikut:
https://www.hkindonesia.com/m/read-5355-2022-10-04-agro-fair-dgw-2022-menjadi-solusi-bagi-petani-untuk-meningkatkan-hasil-produksi.html
DIGITAL PROMOTION TEAM -
09 Oktober, 2022
Hari Tani Nasional, Petani Pahlawan Pangan Nasional
Hari Tani Nasional bertepat pada 24 September merupakan hari untuk memperingati dan mengenang sejarah para petani serta membebaskannya dari penderitaan. Sejarah Hari Tani Nasional dilansir dalam situs resmi Serikat Petani Indonesia (SPI) bahwa penetapan tanggal 24 September sebagai Hari Tani Nasional berasal dari Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres RI) No. 169 tahun 1963. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan tanggal di mana Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960) disahkan. UUPA 1960 merupakan spirit dan menjadi dasar dalam upaya merombak struktur agraria Indonesia yang timpang dan sarat akan kepentingan sebagian golongan akibat warisan kolonialisme di masa lalu.
Tepat di hari Tani Nasional pada tanggal 24 September 2020, Kali ini kita bakal merangkum sedikit hasil dari Diskusi Interaktif DGW bersama Pak Syafrizal (Direktur Pelaksana Alishter) dan Petani di seluruh Indonesia.
Menurut Pak Syafrizal dampak dari pandemi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi berdampak juga terhadap aspek ekonomi dan juga aspek ketahanan pangan. Berbicara ketahanan pangan sangatlah erat kaitannya dengan ketersediaan pangan itu sendiri.
Nah oleh karena itu sobat tani memiliki peran penting dalam memenuhi ketersediaan pangan bagi masyarakat. Salah satu cara agar ketersediaan pangan nasional terpenuhi selain dari dukungan pemerintah diperlukan dukungan petani dengan melakukan proses budidaya tanaman secara baik dan benar.
Menurut Pak Syafrizal hal-hal umum yang menjadi tantangan bagi petani di antaranya:
1. Kepemilikan lahan
Jumlah kepemilikan lahan yang sedikit dan status kepemilikan lahan (milik, sewa, dan bagi hasil) memiliki pengaruh terhadap pendapatan petani. Petani dengan status kepemilikan lahan sewa memiliki tingkat pendapatan yang lebih kecil dari petani yang memiliki lahan sendiri. Hal ini dikarenakan petani dengan kepemilikan lahan sewa memiliki kewajiban tambahan bagi petani sewa berupa biaya sewa ataupun bagi hasil dengan pemilik lahan.
2. Perubahan iklim atau musim
Perubahan iklim atau musim sangat mempengaruhi produksi hasil pertanian. Perubahan suatu iklim akan berdampak nyata pada hasil produksi tanaman. Hal ini dikarenakan perubahan iklim dapat menyebabkan kemarau panjang atau hujan berlebih yang menyebabkan banjir. Sehingga secara umum perubahan iklim dapat menurunkan produksi tanaman. Oleh karena itu penerapan klimatologi pada pertanian merupakan penting dalam membantu proses keberhasilan Bertani, mengingat setiap jenis tanaman pada berbagai tingkat pertumbuhan memerlukan kondisi iklim berbeda-beda.
3. Harga pangan global
Harga pangan global yang rendah menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Keumuman harga pangan yang rendah disebabkan panen raya atau melimpahnya hasil panen tetapi sedikit permintaan. Tips yang diberikan oleh Pak Syafrizal sendiri yaitu dengan mengatur jadwal penanaman dan menjual hasil tani secara berkelompok seperti membuat koperasi tani agar harga jual tidak mudah dimainkan oleh tengkulak.
4. Kehilangan hasil
Kehilangan hasil pertanian dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya dapat disebabkan karena adanya bencana seperti banjir, longsor dan lain-lain. Selain itu juga dapat disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman baik hama, penyakit, maupun gulma.
Melalui moment ini kami mengajak para petani Indonesia untuk terus berjuang dalam memenuhi pangan nasional, Jayalah Indonesiaku, Jayalah Pertanianku!
PRODUCT DEVELOPMENT TEAM -
24 September, 2022
Agro Fair DGW 2022: Ribuan Petani Sragen Berbondong-bondong Menyaksikan Padi Kualitas Terbaik
Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap petani dan perkembangan pertanian di wilayah desa Bener, Dharma Guna Wibawa menggelar kegiatan Agro Fair di Desa Bener, Kecamatan Ngampral, Kabupaten Sragen, Jawa tengah. Sekitar 1200 petani andalan DGW, babinsa, kepolisian, serta pemerintah setempat hadir di acara Agro Fair 2022 untuk melihat secara langsung kualitas produk DGW yang diaplikasikan pada lahan demplot dan bisa membandingkannya dengan lahan kontrol.

Salah satu rangkaian acara Agro Fair 2022 ini yaitu pemaparan tentang cara budidaya padi untuk meningkatkan hasil panen dengan cara melindungi tanaman menggunakan pestisida yang tepat. Ada dua produk fokus pada acara Agro Fair kali ini, yang pertama adalah Insectisida Balistict 50 SC yang berfungsi untuk mengendalikan hama pada tanaman padi seperti penggerek batang padi, thrips serta kutu kutuan. Produk selanjutnya adalah Fungisida Explore 250 EC yang berfungsi untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi, selain itu Explore 250 EC juga bergungsi sebagai zat pemgatur tumbuh (ZPT), selain kedua produk fokus tersebut ada juga pembahasan tentang beberapa produk lainnya seperti, Herbisida Sumpremo 480 SL, Supretox 276 SL, Avatar 400 SC, dan Biostimulan Leili 2000.
Acara Agro Fair kali ini juga melibatkan UMKM yang ada di desa Bener. Sebanyak 15 UMKM di undang untuk berkolaborasi di acara ini. Petani Sragen sangat antusias mengikuti acara Agro Fair ini karena bisa melihat tanaman padi yang sudah diaplikasikan pestisida DGW, pertumbuhannya lebih merata, tanaman lebih hijau, serta terbebas dari hama, penyakit dan gulma. Para petani juga diajak untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi ketika bercocok tanam padi.
Bapak Guntoro, salah satu petani andalan DGW wilayah Sragen mengatakan bahwa kegiatan Agro Fair ini harus sering dilakuan karena rangkaian acaranya sangat mengedukasi petani. Beliau berharap semoga kedepannya makin sering di adakan acara seperti ini. Senada juga disampaikan Bapak Wahyu Tri Utomo selaku Head of Profit Center, “Antusias petani sangat besar, semua senang, semua membeli produk DGW, kedepannya kami dari tim DGW akan memperbanyak kegiatan seperti ini dan melibatkan semua aspek masyarakat termasuk UMKM yang ada di Desa Bener ini”. Acara ditutup dengan pengundian hadiah dan hiburan musik. DGW SUKSES BERSAMA PETANI.
DIGITAL PROMOTION TEAM -
21 September, 2022
DGW Gelar Panen Raya Padi Inpari Bersama Petani
Pada 5 September lalu, Dharma Guna Wibawa menggelar panen raya padi Inpari Nutri Zinc bersama Gapoktan Lestari Makmur di Desa Rowo Kangkung, Kecamatan Rowo Kangkung, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukan hasil produktivitas padi yang sudah diaplikasikan produk DGW.
Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, petani diberi bekal pengetahuan mengenai cara meningkatkan produktivitas padi melalui sekolah lapang. Supervisor MDO wilayah Jawa Timur, Syaiful Anam, menjelaskan bahwa selama ini pihaknya melakukan pendampingan kepada petani, salah satunya yaitu dengan cara mengedukasi petani tentang Seed Treatment menggunakan produk DGW yang bertujuan untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit.
Petani merasa senang dengan hasil panen pada musim kali ini yang mengalami peningkatan signifikan, dari yang awalnya hanya 1,2 ton meningkat menjadi 1,4 ton setelah didampingi petugas DGW. Semua dukungan ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Panen Raya Padi Inpari, silakan akses tautan berikut:
https://jatimhariini.co.id/2022/10/06/gapoktan-lestari-makmur-desa-rowokangkung-lumajang-panen-raya-perdana-inpari-nutri-zinc/?amp
DIGITAL PROMOTION TEAM -
05 September, 2022
Lomba Video Kenangan Manis Bersama DGW
Penyebaran informasi yang cepat dan masif tidak terlepas dari perkembangan zaman yang semakin maju. Media sosial menjadi bukti bahwa penyebaran informasi kepada khalayak dapat dilakukan dengan mudah. Sebagai bentuk keikutsertaan dalam perkembangan teknologi tersebut, DGW mengadakan lomba video yang bertajuk Kenangan Manis bersama DGW.
Lomba kali ini bertema tumbuh dan sukses bersama DGW. Dalam lomba video ini, Sobat Tani dapat menceritakan pengalaman dari awal sebelum mengenal DGW hingga mengenal dan mengunakan produk DGW. Pendaftaran dan pengumpulan video ini dibuka pada tanggal 10 sampai 20 Agustus 2022. Namun, karena antusias sobat tani yang sangat tinggi, waktu pengumpulan lomba diundur menjadi tanggal 22 Agustus 2022 sekaligus pengumuman pemenang lomba.
Perlombaan ini diikuti oleh sobat tani DGW khususnya yang berada di Facebook, dengan total peserta sebanyak 25 akun. DGW memberikan banyak hadiah menarik bagi 10 peserta dengan video terbaik, seperti sepeda listrik, smart TV, tangki DGW dan juga voucher pulsa. Dari sejumlah peserta yang mengirim karyanya, terpilih 10 karya yang berhasil memenangkan hadiah. Pemenang tersebut diantaranya akun Facebook atas nama A’an yang berhasil mendapatkan hadiah utama sepeda listrik, Paijo Brow berhasil memenangkan smart TV, Albiy, Ell Tigre, Agung Galek yang berhasil membawa pulang tangki DGW, serta Ardie Mahyarudi, Susilo Ningsih, Defit Agus Priyadi, Boca Ampiran, L Abas Ido yang berhasil mendapatkan voucher pulsa.
Dengan adanya lomba ini DGW berharap dapat meningkatkan kreativitas dan semangat sobat tani untuk terus berkarya. Selain itu, diharapkan audience khususnya petani yang melihat video-video tersebut menjadi aware akan pentingnya mencegah serangan hama dan penyakit sebelum terlambat.
Sobat Tani bisa melihat beberapa video #kenanganmanisbersamaDGW di Facebook pada tautan berikut:
https://www.facebook.com/mas.anwar.562/videos/764001068053671
https://www.facebook.com/watch/?v=1324025721462116
https://www.facebook.com/100050035484880/videos/426686329438922/
DIGITAL PROMOTION TEAM -
20 Agustus, 2022
Semarak Kemerdakaan: Balap Sepeda Tapi Lambat?
“Petani adalah pahlawan pangan bagi bangsa” itu adalah kalimat yang cocok untuk menggambarkan seorang petani. Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada petani atas kerja keras, konsistensi dan dedikasi yang luar biasa tinggi dalam menjaga ketahanan serta memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia, DGW mengadakan event Semarak Kemerdekaan, salah satunya adalah Slowbike Competition yang digelar secara Nasional.
Jika berbicara “balapan” itu tentang siapa yang paling cepat sampai ke garis finish, namun apa jadinya bila aturannya diganti menjadi yang tercepat malah kalah? Di acara Semarak kemerdekaan kali ini, aturan tesebut direalisasikan dengan serius. Ini terbukti dari hadiah utama yang dihadirkan yaitu satu unit Sepeda Listrik. Acara ini dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI yang ke 77.
Bertujuan untuk mempererat ikatan antar petani dan juga dengan petugas DGW yang ada di lapangan. Di Toraja, tepatnya di Desa Randanan event Semarak Kemerdekaan ini di mulai dengan pawai dengan tujuan akhir ke lokasi, kemudian disambung dengan upacara pengibaran bendera merah putih yang dilakukan secara hikmat sebagai bentuk menanamkan rasa cinta pada bangsa dan negara Indonesia.
Tingkat kesulitan lomba ini bertumpu pada satu, yaitu keseimbangan, sebab jika peserta lomba ada yang menginjakan kaki di permukaan tanah sebelum mencapai garis finish maka langsung dinyatakan gugur. Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan antusiasme peserta untuk menjadi juara.
Keceriaan tampak dari wajah peserta yang menjadi juara di acara ini. Daeng, salah satu peserta, mengaku baru pertama kali mengikuti lomba yang unik seperti ini. “Saya mengalami kesulitan karena harus terus menjaga keseimbangan dan fokus ditengah sorak para penonton dan juri. Saya senang bisa mengikuti lomba ini karena selain asik juga menyehatkan” ungkapnya. Sementara itu, Enre, peserta yang meraih juara ke tiga mengaku, “walaupun saya tidak dapat hadiah utamannya, namun yang terpenting adalah kegembiraan saat berada di sircuit” Ungakpnya sambil tertawa.
Selain Slowbike Competition, di event Semarak Kemerdekaan ini juga ada lomba lainnya seperti, lomba mewarnai untuk anak-anak, dan balap makan kerupuk. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh Petani andalan DGW saja, turut hadir juga warga Desa Randanan dan perwakilan pemerintah setempat menjadi sinergi yang harmonis. “Kobarkan semangat, lumpuhkan rasa takut, dan mulailah bergerak menuju sebuah tujuan untuk terciptanya sebuah kemerdekaan.”
Sobat Tani dapat menonton acara Slow Bike Competition pada tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=B9DMeGgbL_k&t=2s
DIGITAL PROMOTION TEAM -
17 Agustus, 2022
Agrofair DGW Mamuju: Tingkatkan Produktivitas Melalui Pengetahuan
Penigkatan pengetahuan petani dalam cara budidaya yang baik dan benar pada tanaman padi sangat dibutuhkan sekarang ini. Sehingga para petani akan biasa memanfaatkan lahan yang dimilikinya secara maksimal. Pada bulan Agustus lalu, tim DGW di Sulawesi Barat mengadakan Agrofair di Mamuju yang bertujuan untuk memperlihatkan performa teknologi Balsecli pada tanaman padi. Ada dua hal yang disasar pada acara Agrofair kali ini, yaitu porduktivitas dan kesejahteraan petani.
Sebagai salah satu pemimpin dalam inovasi di bidang pertanian, DGW terus berusaha untuk mengembangkan teknologi yang dapat membantu petani melindungi dan mencegah tanaman mereka. Salah satu contohnya adalah paket teknologi gabungan yang disebut BALSECTLI. Adapun tiga teknologi perlindungan tanaman padi yaitu Balistic, Klensect, dan Leili. Balistic merupakan Insektisida yang dapat membantu petani mengatasi tantangan dari serangan sundep, teknologi ini juga bisa dipakai untuk seed treatmen. Sementara itu, Klensect yang juga dari kategori insektisida adalah teknologi yang sangat ampuh untuk pengendalian Klaper. Yang terakhir yaitu Leili, merupakan Biostimulan yang berfungsi untuk meningkatkan serapan hara dan nutrisi serta menambah jumlah anakan produktif tanaman padi.
Di acara ini petani diajak ke sawah untuk mengamati kualitas tanaman padi yang sudah diberi perlakuan Balsectli. Sambil berkeliling petani juga diberi penjelasan tentang tata cara memaksimalkan hasil dari lahan yang mereka miliki. Diharapkan para petani yang mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini lebih percaya diri dalam budidaya dan lebih bersemangat untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Di sini, petani juga dapat berswafoto di beberapa spot yang Disediakan. “Saya sangat senang dengan Agrofair ini, selain mendapatkan banyak ilmu, saya juga bisa melepaskan penat dengan cara berfoto di sawah. Melihat tanaman padi yang sehat dan hijau adalah obat stress paling manjur” ucap Rifki dari Majuju. Setelah selesai berkeliling sawah para petani bisa melakukan pembelian produk di tenda yang sudah disiapkan petugas. Setiap petani yang membeli produk DGW akan diberikan kupon yang nantinya di undi untuk mendapatkan hadiah langsung.
Acara ini dihadiri oleh 500 orang petani andalan DGW dan perwakilan pemerintah setempat. Head Of Profit Center Wilayah Sumatera Barat, Ambo Ajeng mengatakan, Mamuju memiliki potensi yang sangat besar, terutama pada tanaman padi. Petani di wilayah sini pun memliki semangat dan antusias yang tinggi, tinggal diberikan pengetahuan dan bimbingan, petani akan bisa menghasilkan gabah atau padi yang maksimal di lahan pertaniannya. Wardi, anggota Bocah Lumpur mengatakan, “Selama saya kenal produk DGW itu pak, yang namanya penggerek batang dan hawar daun hingga keong bisa kami kendalikan, jadi berkat DGW petani di tempat saya mengalami kenaikan produktivitas hingga 75%, ini bukan sekedar bicara, kami dari tim Bocah Lumpur sudah menguji coba dan menyaksikannya sendiri” Ucapnya. Hal ini sejalan dengan harpan HPC yang ingin membuat produk DGW semakin dikenal dan dicintai petani, beliau juga mengatakan siap membantu petani di lapangan.
DIGITAL PROMOTION TEAM -
15 Agustus, 2022
Gerbas Tani - Kegiatan Belanja Sayuran di Lahan Petani
Masyarakat di Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang memiliki cara unik untuk meningkatkan perekonomian di tengah naiknya harga kebutuhan pokok. Acara bertajuk Gerbas Tani atau gerakan belanja sayuran di lahan petani merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh kelompok tani di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung. Kali ini warga berkolaborasi dengan DGW untuk mengadakan kegiatan yang berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 23-25 Juli 2022.
Berbagai jenis sayuran tersedia seperti sawi, kangkung, brokoli, kubis, jagung manis, tomat, terong, dan lainnya. Pengunjung juga dapat memetik langsung sayuran sesuai kebutuhan mereka dengan harga yang lebih terjangkau.
Sebagai salah satu perusahaan yang sudah di percaya oleh petani, DGW terus berupaya meningkatkan hasil panen bagi para petani dan juga terus mengembangkan teknologi-teknologi terbaru. Teknologi tersebut digunakan dalam kegiatan Gerbas Tani ini sehingga sayuran dan bunga menjadi sehat dan tampak indah.

Adapun teknologi yang digunakan yaitu LEILI 2000 sebagai biostimulan tanaman yang terbuat dari ekstrak rumput laut (Algene) yang berfungsi untuk meningkatkan serapan hara dan nutrisi pada tanaman. Selain itu, LEILI 2000 juga memperkuat tanaman sehingga tahan terhadap stress dan penyakit. Teknologi lain yang digunakan yaitu BALISTIC, teknologi ini di gunakan pada tanaman yang terserang ulat khususnya sundep. Selain itu, BALISTIC juga dapat digunakan sebagai pencegahan yaitu pada saat perendaman benih (seed treatment).
Gerbas Tani dibuka dan di resmikan langsung oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, beserta Ketua DPRD Komisi B, Eko Adis Prayoga, dan ketua kelompok tani setempat, Bapak Heru. Bupati ditemani beberapa pengunjung bekeliling lahan sekaligus memanen beberapa sayuran serta berswafoto di lahan bunga yang sudah disusun rapih yang dikhususkan untuk tempat foto.
Dalam sambutannya Bupati Lumajang menyampaikan, "Ini unik dan betul-betul inovasinya hadir dari Petani Desa Kedungrejo. Kalau ini terus menjadi merek dan identitasnya Desa Kedungrejo, ini akan bisa menjadi kegiatan yang bernilai tambah, tidak hanya sekedar petani dan pembelinya, tetapi masyarakat disekitarnya.”
Selain itu, Ketua DPRD Komisi B juga menambahkan dalam sambutannya, "Ini kegiatan yang sangat bagus, karena bisa meningkatkan nilai tambah di pertanian. Ada sektor-sektor yang bisa berkembang di acara Gerbas Tani. Sehingga butuh banyak support, dan saya ucapkan Terimakasih kepada DGW sudah mensupport acara seperti ini".
Ketua kelompok tani sekaligus koordinator Gerbas Tani, Bapak Heru, mengajak seluruh pengunjung yang hadir, selain untuk membeli dan memetik sendiri hasil panen juga untuk mengamati tanaman yang telah diaplikasikan produk-produk DGW. “Saya sebagai petani , sangat senang dengan adanya acara seperti ini , sembari berwisata kita juga mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat apalagi ada DGW, saya juga menggunakan beberapa produk dari DGW” ujar salah satu petani pemilik lahan di Gerbas Tani.
Pengunjung berasal dari berbagai daerah dan lintas usia, bahkan beberapa sekolah mewajibkan siswanya untuk hadir sebagai salah satu sarana edukasi mengenai pertanian. Salah satu pengunjung yang berasal dari desa tekung mengatakan, “Enak mas, kalau ada acara seperti ini kita sebagai pembeli bisa memetik langsung sayuran yang di inginkan, harganya murah dan selisihnya jauh kalau beli di pasar apalagi ini segar.”
Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dihadiri oleh ratusan orang tiap harinya, biasanya pengunjung ramai di pagi dan sore hari dari berbagi daerah.
Sobat Tani bisa menyaksikan keseruan Gerbas Tani kali ini pada tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=Ekaref1Fn6Y&t=11s
DIGITAL PROMOTION TEAM -
25 Juli, 2022
Budidaya Tanaman Padi Dengan Perlakuan Benih
Budidaya tanaman merupakan cara paling tepat untuk mensejahterahkan pertanian. Salah satunya padi, komoditas pangan utama bagi masyarakat untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Padi harus terus di budidayakan, karena mengandung banyak karbohidrat. Kebutuhan kandungan seperti tanah, curah hujan, serta sinar matahari menjadi faktor pendukung dalam budidaya tanaman padi.
Di Indonesia, padi banyak ditanam di Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan. Beberapa daerah tersebut menjadi sentra produksi padi nasional, seperti halnya Karawang, Subang, dan Indramayu (Jawa Barat), Ngawi dan Bojonegoro (Jawa Timur), Lampung dan Sumatera Selatan. Padi juga mulai banyak di tanam di luar daerah, karena sudah adanya program pemerataan produksi padi dari pemerintah. Hingga hasilnya kini, budidaya tanaman padi sudah sampai ke pulau Maluku dan Papua.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman padi, seperti halnya melakukan seleksi benih, perlakukan benih, dan perawatan benih. Ketiga hal ini sangat penting untuk di terapkan, karena sebagai proses pertumbuhan pada tanaman tersebut. Kita bisa melakukan pemilihan benih yang tepat seperti varietas (menentukan hasil panen dari tanaman padi).
Berikut Tahapan Budidaya Tanaman Padi!
Terdapat 3 tahapan penting dalam melakukan budidaya tanaman padi, yaitu:
- Seleksi Benih
Pemilihan benih yang tepat merupakan langkah awal yang sangat menentukan dalam sukses tidaknya budidaya tanaman padi. Langkah pertama yaitu dengan memilih jenis varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Varietas yang tepat jika ditanam ditempat yang sesuai akan menjadikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi lebih baik. Langkah selanjutnya yaitu pemilihan benih bermutu. Benih bermutu adalah benih yang memiliki daya tumbuh baik, potensi hasil tinggi, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, tahan cekaman lingkungan serta kualitas hasil yang terjamin.
Salah satu cara memilih benih dengan mutu terbaik adalah membeli benih yang bersertifikat resmi. Jika benih yang dipilih adalah benih lokal atau benih hasil panen sebelumya, dapat dilakukan seleksi benih dengan metode yang disarankan. Dalam melakukan seleksi benih dengan mutu terbaik, dapat dilakukan sendiri.
Langkah pertama menyiapkan wadah yang diisi dengan air secukupnya. Selanjutnya masukkan benih padi pada wadah tersebut, kemudian aduk benih dalam wadah tersebut sampai ada benih yang tenggelam dan mengambang. Selanjutnya buang benih yang mengambang tersebut, karena benih yang mengambang adalah benih yang kualitasnya kurang baik. Anda bisa memilih benih yang tenggelam, karena benih ini memiliki kualitas terbaik.

- Perlakuan Benih
Perlakuan benih merupakan faktor penting untuk budidaya tanaman padi. Biasanya setelah mendapatkan benih terbaik, petani merendam benih kedalam air. Perendaman ini memakan waktu sekitar satu malam atau bisa sampai dua malam, tergangung jenis benih yang di dapatkan. Hal tersebut dilakukan untuk memecah dormansi benih padi, sehingga benih padi lebih mudah berkecambah. Dalam melakukan perendaman benih padi, kita juga dapat menambahkan beberapa nutrisi tanaman berupa pupuk kandang, pupuk kompos, dan pupuk hayati. Hal ini untuk mengurangi stres tanaman, serta meningkatkan ketahanan tanaman dari serangan hama dan penyakit.
Penambahan fungisida atau insektisida juga dapat dilakukan agar menghindari hama dan penyakit tanaman, caranya bisa menggunakan Dense 520 SC. Hal ini dilakukan untuk melancarkan persemaian benih padi agar tumbuh dengan cepat, serta mencegah penyakit terbawa oleh benih. Produk lain yang bisa digunakan untuk perlakuan benih yaitu Leili 2000. Leili 2000 adalah produk biostimulan yang terbuat dari ekstrak rumput laut. Leili 2000 meningkatkan daya berkecambah dan mempercepat pertumbuhan tanaman.
Langkah – langkah perlakuan benih yang dilakukan sebagai berikut:
1. Siapkan wadah yang telah berisi air bersih
2. Masukkan Balistic 50 SC / Penalty 50 SC dengan konsentrasi 2 ml/l dan aduk sampai rata. Jika diperlukan bisa ditambahkan Dense 520 SC dengan konsentrasi 2 ml/l dan aduk sampai rata
3. Masukkan Leili 2000 dengan konsentrasi 1 ml/l dan aduk sampai rata
4. Masukkan benih padi yang telah diseleksi kedalam campuran tersebut selama 24-48 jam
5. Keringkan benih yang telah direndam selama 3 jam dibawah sinar matahari
6. Masukkan benih yang telah dikeringkan ke dalam karung dan tambahkan Leili 2000 sebanyak 1 ml/l dan kemudian diperam selama 24-48 jam.


- Perawatan Benih
Jika semua cara sudah dilakukan dari seleksi benih hingga perlakuan benih, maka langkah selanjutnya yaitu perawatan benih. Benih yang sudah direndam beberapa hari harus segera di semai kedalam media tanam. Hal ini untuk mencegah pembusukan benih yang sudah terlalu lama di air. Benih-benih yang sudah bersemai akan di pindahkan ke dalam media tanah, biasanya petani memindahkannya ke sawah untuk proses yang lebih cepat. Dengan nutrisi tanaman, tentunya padi harus terus diperhatikan agar proses pertumbuhan berlajan lancar.
Terdapat juga produk yang bisa dipakai dalam perawatan padi, diantaranya Balistic 50 SC / Penalty 50 SC konsentrasi 2 ml/l dan Leili 2000 konsentrasi 1 ml/l. Produk – produk tersebut dapat dicampurkan untuk perawatan benih, sehingga hasil yang didapatkan bisa lebih optimal. Benih yang telah diberi Leili 2000 dan Balistic50 SC / Penalty 50 SC memiliki daya kecambah yang lebih baik dan merata, serta akar yang lebih panjang. Nantinya benih tersebut sudah dapat disemai atau pindah tanam langsung jika sudah besar seperti biasa.

Dengan melakukan budidaya tanaman, tentunya proses pertumbuhan tanaman akan berlajan dengan baik. Mulai dari seleksi benih, perlakuan benih, hingga perawatan benih. Pastinya juga memerlukan nutrisi tambahan untuk mencegah hama dan penyakit berkumpul. Hal ini bisa anda lakukan dengan menggunakan produk seperti Balistic 50 SC / Penalty 50 SC dan Leili 2000.
Anda bisa mengikuti tahapan yang dilakukan di atas, lalu praktikan sendiri dirumah. Jika berhasil, maka lakukan budidaya tanaman lainnya. Hal ini untuk melihat apakah budidaya tanaman padi juga bisa diterapkan pada jenis tanaman lainnya, sehingga hasilnya bisa merata.
Demikian Budidaya Tanaman Padi Dengan Perlakuan Benih.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk seluruh Sobat Tani dimanapun berada.
PRODUCT DEVELOPMENT TEAM -
25 Januari, 2021
Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman
Hama dan penyakit tanaman? Salah suatu kendala yang sering menganggu lahan pertanian. Serangan hama dan penyakit datang secara mendadak pada tanaman, dan bersifat eksplosif (meluas). Dalam waktu singkat, seringkali kita melihat hama dan penyakit menyerang tanaman yang menimbulkan gagal panen.
Akibat adanya hama dan penyakit pada tanaman bisa menurunkan produktivitas tanaman, baik kualitas maupun kuantitasnya. Oleh karena itu, kehadiran hama dan penyakit perlu dikendalikan, agar populasinya tidak meningkat. Anda bisa melakukan pengendalian hama dan penyakit terlebih dahulu, agar tanaman tumbuh baik.
Tidak sedikit para petani menggunakan pestisida untuk mengendalikan hama dan penyakit. Selain harganya yang mahal, pestisida kimia berdampak buruk bagi lingkungan sekitar. Dampak negatif dari penggunaan pestisida kimia tersebut yaitu:
- Membuat hama menjadi kebal (resisten)
- Menjadikan peledakan hama baru (resurjensi)
- Menumpuknya residu kimia di dalam hasil panen
- Menjadikan pencemaran lingkungan oleh kimia
- Membuat kecelakaan bagi penggunanya
Cara Mengendalikan Hama Tanaman
Terdapat beberapa hama yang dapat mengganggu tanaman, serta cara pengendaliannya!
- Hama Tikus
Tikus dapat menyerang tanaman pada malam hari. Target utama tikus adalah biji dan batang. Dengan giginya yang tajam, tikus dapat memakan biji-bijian dengan lahap. Tikus bisa membuat lubang didekat tanah tumbuhan dan bersembunyi diantara semak-semak belukar. Cara mengendalikan hama tikus bisa dilakukan sebagai berikut:
– Menutup lubang pada disekitar sawah
– Menangkap tikus dengan perangkap
– Menggunakan predator ular untuk mengusir
– Menggunakan pembasmi tikus atau racun
- Hama Ulat
Ulat adalah hama yang sering sekali muncul pada permukaan daun. Ulat suka memakan daun serta batang pada tumbuhan. Ulat sangat suka dengan wangi daun, sehingga ulat akan sering hinggap di pucuk daun. Ketika sudah besar ulat akan berkembang menjadi kupu-kupu yang dapat memberikan pembuaian pada tanaman. Cara mengendalikan hama ulat bisa dilakukan sebagai berikut:
– Mengecek bagian daun, jika ada telur dibersihkan
– Menggenangi tempat persemaian dengan air
– Menjaga kebersihan tanaman
– Menggunakan pestisida
- Hama Walang Sangit
Walang sangit adalah jenis hama yang cukup meresahkan petani. Serangga yang satu ini merusak tanaman dengan cara meloncat atau terbang ke tanaman. Hama ini sering mengeluarkan bau yang tidak sedap, sehingga membuat tanaman menjadi layu. Cara mengendalikan hama walang sangit bisa dilakukan sebagai berikut:
– Menerapkan sistem cocok tanam serentak
– Menjaga kebersihan tumbuhan dari rumput liar
– Menangkap walang sangit dengan alat
– Menanam jamur agar walang sangit takut
– Menggunakan insektisida atau pestisida
- Hama Wereng
Wereng adalah serangga yang dapat menyerang daun dan batang pada tumbuhan dengan sekali ginggap. Hama ini dapat menyebabkan tumbuhan menjadi mati dan layu. Hama wereng menjadi faktor pembuatan tumbuhan mati, karena sifatnya sebagai penyebar virus dalam penyakit tungro. Terdapat cara untuk menangani hama wereng sebagai berikut:
– Melakukan penanaman secara bersamaan atau bergilir
– Menggunakan predator seperti laba-laba atau kumbang
– Menggunakan manekin sebagai penakut
– Menggunakan insektisida
- Hama Belalang
Belalang adalah salah satu jenis hama yang hadir di tanaman padi. Hama ini dapat menggangu tanaman, sehingga tanaman tersebut tidak bisa tumbuh dan berkembang dengan optimal. Bealang sangat suka dengan daun hijau, namun tidak suka dengan tangkai bunga. Oleh karena itu, banyak belalang hinggap di pucuk padi. Cara mengendalikan hama belalang yaitu:
– Menggunakan pestisida atau insektisida berbahan aktif
– Menjaga kebersihan sawah dari rumput liar
– Mengecek tangkai daun, bersihkan jika ada daun yang bolong
– Menangkap belalang
Pengendalian Penyakit Pada Tanaman
Terdapat beberapa penyakit pada tanaman, serta cara pengendaliannya!
Penyakit Tungro
Salah satu penyakit tanaman yang paling sering terjadi adalah tungro. Penyakit ini dapat menyebabkan produksi padi berkurang. Penyakit tungro disebabkan oleh 2 jenis virus yaitu, Rice Tungro Spherical Virus dan Rice Tungro Bacilliform Virus. Jenis kedua virus ini dapat menginfeksi tanaman secara bersamaan karena tidak memiliki kekerabatan serologi. Untuk setiap tanaman yang terkena penyakit tungro gejalanya seperti muncul inokulasi, adanya diskolorasi berwarna kuning, dan adanya klorisi pada daun.
Penyakit Virus Belang
Penyakit virus belang biasanya menyerang tanaman kedelai. Penyebab dari penyakit ini adalah virus yang menyebar akibat hulu angin. Virus ini muncul karena polusi udara yang kotor, atau lembab. Dimana virus ini akan menempel pada tumbuhan kedelai yang sudah memasuki pembuahan. Ciri-ciri virus belang yaitu warna daun yang memudar, batang daun pucat, dan terlihat layu. Virus ini bisa membunuh tanaman kedelai atau sejenisnya, jika dibiarkan secara terus-menerus.
Penyakit Bulai
Bulai merupakan penyakit yang biasanya menyerang tanaman jagung. Penyebabnya ialah jamur dengan penyebaran menggunakan spora yang diterbangkan oleh angin. Biasanya penyakit ini muncul akibat tanaman yang sudah mulai menua atau batang mengering. Lalu untuk pucuk daun jagung, serabutnya mulai menguning akibat kekurangan air. Bulai menyerupai bercak hitam yang terjadi pada buah jagung, sehingga terlihat seperti busuk.
Penyakit Kerdil Rumput
Penyakit kerdil rumput biasanya menyerang tanaman padi. Penyebabnya virus ini adalah penyebaran melalui perantaraan hama wereng. Wereng adalah hama yang sering hinggap di pucuk padi, hama ini meninggalkan bekas yang bernama kerdil. Sehingga berubah menjadi penyakit, yang berbentuk rumput pada sekitaran tanaman padi. Ciri tanaman yang terkena penyakit kerdil yaitu, daun mengering dan buah mulai membusuk seketika.
Penyakit Mosaik
Mosaik merupakan penyakit yang sering menyerang tanaman tembakau. Penyakit ini disebabkan oleh virus yang bernama Tobacco Mosaic Virus atau sering disingkat sebagai TMV. Gejala tanaman yang terserang penyakit ini adalah daunnya bercak hijau muda atau kuning tersebar. Apabila semainya terinfeksi, maka tidak lama kemudian semai tersebut akan mati. Ukuran buahnya menjadi kecil, pada batangnya terdapat garis hitam yang menandakan jaringan mati.
Cara Mengendalikan Penyakit Tanaman
Dalam pengendaliannya, terdapat cara mengendalikan hama dan penyakit tersebut, yaitu:
- Menanam padi yang tahan terhadap hama wereng ( VUTW )
- Memutuskan daur perkembangbiakan wereng dengan jalan mengupayakan rotasi tanaman yaitu menanam dua jenis tanaman di satu lahan secara bergantian.
- Menanam padi secara serentak dalam areal sawah yang luas dengan jenis padi yang sama. Terdapat tenggang waktu untuk menanam yaitu 1-2 hari, bisa menggunakan alat atau bercocok tanam secara manual.
- Membunuh wereng secara langsung dengan menggunakan insektisida dengan dosis yang tepat. Dosis yang tepat sangat penting supaya hama wereng dapat diberantas tanpa mengganggu keseimbangan ekosistem.
Itulah beberapa cara mengendalikan hama dan penyakit pada tanaman. Jangan biarkan hama dan penyakit mengganggu tanaman Anda. Oleh karena itu, lakukan cara pengendalian yang baik dan benar, contoh penyakit tanaman, yaitu Penyakit Embun Tepung, Penyakit Layu Cabai, Penyakit Hawar Daun Kentang, Penyakit Daun Berlubang, Penyakit Semai Roboh, Penyakit VSD _(Vascular Streak Diaback)_ dan Penyakit Bubuk Coklat.
Demikian Pengendalian Hama dan Penyakit Pada Tanaman.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk seluruh Sobat Tani dimanapun berada.
PRODUCT DEVELOPMENT TEAM -
25 Januari, 2021
Mengenal Gulma Tanaman Pada Lahan Pertanian
Gulma merupakan tanaman yang keberadaannya dapat mengganggu proses budidaya pertanian. Gulma menjadi tumbuhan yang tidak diinginkan kehandiarannya, karena dapat menurunkan hasil panen suatu pertanian. Biasanya gulma menyaingi tanaman dalam memperoleh unsur hara dan cahaya matahari. Gulma mampu menyerap fosfor hingga dua kali lipat dari tanaman inti, serta kalium hingga tiga kali lipat dalam daya serap tanaman.
Gulma mampu berkompetisi kuat dengan tanaman lain untuk memenuhi kebutuhan unsur hara berupa air, sinar matahari, udara, dan fosfor. Kerugian yang ditimbulkan oleh gulma pada tanaman dapat membuat tanaman mati, sehingga dapat menurunkan hasil panen sekitar 20-80%.
Gulma Tanaman Berdasarkan Golongannya!
Jika dilihat dari morfologi dan biotaninya, gulma dibedakan menjadi 4 kelompok, yaitu:
1.Gulma Rerumputan (Grasses)
Gulma rerumputan berasal dari gramineae. Ciri-ciri dari gulma ini yaitu memiliki daun sempit seperti teki-tekian. Pada dalam tanah gulma ini membentuk jaringan yang sulit diatasi secara mekanik, karena batangnya yang berbentuk bulat pipih berongga. Terdapat daun soliter yang tersusun pada dua deret. Biasanya daun pada gulma ini berbentuk tulang sejajar yang terdiri atas dua bagian yaitu pelepah daun dan helaian daun.
Contoh: Cynodon dactylon, Imperata cylindrica, Panicum repens, Echinochloa crusgalli.
2. Gulma Teki-Tekian (Sedges)
Gulma teki-tekian termasuk dalam Cyperaceae yang memiliki daya tahan tinggi. Memiliki umbi akar dan batang di dalam tanah yang bertahan selama berbulan-bulan. Ciri dari gulma ini yaitu batang berbentuk segitiga bulat tidak berongga. Bentuk daunnya tersusun dalam tiga deretan, yaitu tidak memiliki lidah daun. Ibu tangkainya tidak berbuku-buku, lalu pada bagian bunga sering bulir. Sehingga dilindungi oleh daun lainnya yang menjadi pelindung terhadap buahnya.
Contoh: Scripus juncoides, Cyperus rotundus, Fimbristylis littoralis.
3. Gulma Pakisan (Fern)
Gulma pakisan hampir mirip dengan gulma jenis rerumputan, namun yang membedakannya adalah mempunyai umbi yang mampu bertahan berbulan-bulan untuk kembali tumbuh diwaktu musim penghujan. Biasanya gulma ini akan tumbu berdasarkan tumbuhan lainnya yang sudah di panen. Pada gulma pakisan terdapat banyak jenis yaitu, pakis kadal (Dryopteris Aridus), pakis Kinca (Neprolepsis Biserata), paku pedang (Neprolepsis Exaltata)
Contoh: Rumput teki (Cyperus rotundus)
4. Gulma Daun Lebar (Broadleaves)
Gulma daun lebar termasuk kedalam Pteridophyta atau Dicotyledoneae. Gulma ini tumbuh pada akhir masa budidaya tanaman yang terjadi pada musin hujan. Gulma jenis ini terbagi 2 (dua) jenis yaitu gulma jenis darat dan gulma jenis air. Gulma jenis darat mempunyai ciri hidup didarat, sehingga dapat tumbuh dengan cara generatif ataupun vegetatif.
Contoh: Babadotan (Agerathum conyzoides), alang-alang (Imperata cylindrica)
Sedangkan pada gulma jenis air memunculkan tangkai atau daun permukaan air seperto Teratai atau Lili air. Kompetisi yang terjadi pada gulma jenis air yaitu cahaya matahari. Ciri gulma ini daunnya lebar dan tulang daun berbentuk jala. Serta batang yang tinggi menjulung ke atas atau kedalam air.
Contoh: Monocharia vaginalis, Limnocharis flava, Eichornia crassipes.
3 Jenis Gulma Berdasarkan Siklus Hidupnya
Lalu jika dilihat secara siklus hidupnya, gulma memiliki 3 jenis, yaitu:
- Gulma Musiman (annual weeds)
Gulma annual weeds menyelesaikan siklus hidupnya dalam kurun waktu kurang dari setahun. Kebanyakan gulma jenis ini hanya bertahan selama satu musim (musim hujan). Walaupun mudah dikendalikan, gulma jenis ini mempunyai beberapa kelebihan seperti umurnya yang pendek, masa dormansi biji yang panjang, serta menghasilkan biji dalam jumlah banyak. Di Indonesia banyak dijumpai jenis-jenis gulma musiman, contohnya Fimbristylis littoralis, Echinochloa crusgalli, Echinochloa colonum, Monochoria vaginalis, Limnocharis flava.
- Gulma dua tahun (biennial weeds)
Gulma biennial weeds tidak bisa hidup lebih dari 2 tahun, karena tidak mampu bertahan lama. Pada tahun pertama gulma ini melakukan pertumbuhan vegetatif dan menghasilkan roset. Sedangkan pada tahun kedua memunculkan bunga dan menghasilkan biji, lalu mati. Pada proses roset, gulma tersebut sensitif terhadap penggunaan herbisida. Contoh gulma dua tahun yaitu, Circium vulgare, Dipsacus sylvestris, Artemisia biennis, Echium vulgare dan Circium altissimum.
- Gulma tahunan (perennial weeds)
Gulma perennial weeds salah satu gulma yang bisa hidup lebih dari dua tahun atau lebih. Gulma jenis ini muncul setiap tahun dan tidak akan mati, sekalinya mati dia akan muncul kembali. Gulma jenis ini berkembang biak dengan biji-bijian dan berkembang biak secara vegetatif. Saat kekurangan air di musim kemarau, gulma ini seolah-olah mati karena bagian atas tanah mengering. Akan tetapi jika ada air yang mengalir untuk proses pertumbuhannya, gulma ini akan bersemi kembali sediakala.
Contoh Gulma Pada Tanaman Tembakau
Pada tahun 2008, diidentifikasi bahwa terdapat 17 jenis gulma baru yang ditemukan dari golongan rerumputan, teki-tekian, pakisan, dan daun lebar. Gulma ini ditemukan pada daerah dengan ketinggian 0-1200 mdpl, memiliki curah hujan 1.300-1.500 mm/tahun, serta suhu 180 -320C. Berikut contoh tumbuhan gulma pada tanaman tembakau:
- Ageratum conyzoides
Nama daerah: Bandotan, babandotan (Sunda), badotan, wedusan (Jawa), rumput bulu (Dayak)
Deskripsi : Gulma bandotan merupakan gulma berdaun lebar yang memiliki bentuk daun seperti telur dengan tepi bergerigi, tinggi tanaman berkisar antara 30 cm hingga 90 cm dan memiliki siklus hidup semusim
- Asystasia gangetica
Nama daerah: Ganda rusa
Deskripsi : Gulma ganda rusa merupakan gulma berdaun lebar yang memiliki bentuk daun bulat panjang dengan ujung daun runcing, tumbuh tegak hingga 0,5 m atau merayap menutupi tanaman lain, berkembang biak secara vegetative dan juga generatif
- Axonopus compressus
Nama daerah: Jukut Pait, Papaitan
Deskripsi : Gulma jukut pahit merupakan gulma berdaun sempit yang memiliki bentuk daun lansat, berkembang biak secara vegetative dan juga generative. Gulma ini memiliki siklus hidup tahunan sehingga mampu bertahan hidup lebih dari 2 tahun
- Chromolaena odorata
Nama daerah: Krinyu
Deskripsi : Gulma Krinyu merupakan jenis gulma berdaun lebar yang memiliki bentuk daun oval dengan ujung runcing, memiliki tinggi 1-2 m dan gulma ini memiliki siklus hidup tahunan sehingga mampu bertahan hidup lebih dari 2 tahun
- Clidemia hirta
Nama daerah: Harendong Bulu
Deskripsi : Gulma harendong bulu merupakan jenis gulma berdaun lebar yang memiliki bentuk daun bulat telur dengan tepi rata berbulu, memiliki tinggi 0,5-2 m dan gulma ini memiliki siklus hidup tahunan sehingga mampu bertahan hidup lebih dari 2 tahun
- Cyperus kyllingia
Nama daerah: Rumput Kenop
Deskripsi : Rumput kenop merupakan jenis gulma dari golongan teki, memiliki bentuk batang segitiga dengan daun berbentuk garis, bunga berupa bongkol semu berbentuk bola telur atau bulat memanjang, berwarna putih dengan anak bulir yang tersusun spiral, gulma ini memiliki siklus hidup tahunan sehingga mampu bertahan hidup lebih dari 2 tahun
- Digitaria ciliaris
Nama daerah: Rumput Kebo
Deskripsi : Rumput kebo merupakan gulma berdaun sempit, yang memiliki daun menyerupai pita, batang tanaman beruas-ruas, tanaman tumbuh tegak atau menjalar, dan memiliki pelepah atau helaian daun. Panjang tanaman bisa mencapai 1-1,2 m.
- Echinochloa colonum
Nama daerah: Rumput Bebek, Jajagoan Letik, Tuton
Deskripsi : Rumput bebek merupakan gulma berdaun sempit yang tumbuh berumpun, tinggi kira-kira 10 – 100 cm. Batangnya ramping, tumbuh tegak dan menyebar. Daun berbentuk garis, agak lebar di bagian pangkal dan meruncing ke arah ujung. Gulma termasuk ke dalam gulma semusim
- Eleusina indica
Nama daerah: Rumput Belulang
Deskripsi : Rumput belulang merupakan gulma berdaun sempit. Daunnya tumbuh dalam dua helai, helaian daunnya panjang seperti garis, dengan tepi daun yang kasar pada ujungnya. Batangnya berbentuk pipih dengan tinggi antara 10-90 cm. Gulma ini termasuk gulma tahunan
- Erechtites valerianifolia
Nama daerah: Ulam-ulam
Deskripsi : Ulam-ulam merupakan gulma berdaun lebar yang memiliki daun berbentuk jorong memanjang atau bundar telur terbalik, ukuran daun 20 x36 cm, pangkal daun menyempit di sepanjang tangkai daun, ujung daun runcing, berlekuk hingga menyirip, bergerigi kasar runcing, permukaan daun berbulu halus dan rapat.
- Imperata cylindrica
Nama daerah: Alang-alang
Deskripsi : Alang-alang merupakan gulma berdaun sempit dengan bentuk tulang-tulang daun sejajar atau lurus , dan permukaan daun rata, gulma ini memiliki batang yang tumbuh pendek bercabang dan memanjang di dalam tanah, dan dari ujungnya dapat tumbuh tunas baru. Gulma ini termasuk gulma tahunan.
- Melastoma affine
Nama daerah: Senduduk, Senggani, Harendong, Sanduduk
Deskripsi : Senduduk merupakan gulma berdaun lebar yang memiliki helai daun berbentuk bulat panjang atau bulat telur, ujungnya runcing, pangkalnya bulat, tiga tulang daun nyata, gulma ini memiliki tinggi 0,5-2 m.
- Mikania micrantha
Nama daerah: Sembung rambat, Siroppaspara, Caputuheun
Deskripsi : Sambung rambat merupakan gulma berdaun lebar memiliki daun berbentuk segitiga menyerupai hati, permukaan daun menyerupai mangkok dengan tepi daun bergerigi. Batang tumbuh menjalar berwarna hijau muda, bercabang dan ditumbuhi rambut-rambut halus. Panjang batang dapat mencapai 3-6 m. Gulma ini termasuk gulma tahunan yang berkembang biak melalui potongan batang dan biji.
- Paspalum conjugatum
Nama daerah: Jukut Pahit
Deskripsi : Jukut Pahit merupakan gulma berdaun sempit yang memiliki helai daun berbentuk pita dengan ujung daun runcing. Serta berbulu di sepanjang tepinya dan pada permukaannya. Pangkal daun membulat, dengan panjang daun berkisar 2,5-37,5 cm dan lebar 6-16 mm. Selain itu, tepi daun tampak berombak.
- Stenochlaena palustris
Nama daerah: Kelakai
Deskripsi : Kelakai merupakan gulma berdaun lebar dari golongan paku pakuan yang memiliki panjang 5-10 m dengan akar rimpang yang memanjat tinggi, kuat, pipih, persegi, telanjang atau bersisik kerap kali dengan tunas yang merayap. Daun kelakai menyirip berpasangan. Tangkai daun kelakai berukuran 10-20 cm dan cukup kuat.
- Synedrella nodiflora
Nama daerah: Legetan, Gletang Warak (Jawa), Jotang kuda (Sunda)
Deskripsi : Legetan merupakan gulma berdaun lebar. Memiliki daun tumbuh berhadapan dengan panjang 4-9 cm, berbentuk elips sampai bulat dengan tiga tulang daun yang tampak jelas dan dengan tepi beringgit, berambut dengan tangkai daun yang pendek dan menempel pada batang secara selang-seling. Gulma ini memiliki tinggi berkisar antara 30-80 cm.
- Euphorbia hirta
Nama daerah : Patikan Kebo
Deskripsi : Patikan Kebo merupakan daerah yang banyak sekali jenis gulma ini, karena sering hadir di setiap jalanan, ilir sungai, dan rerumputan. Gulma ini mempunyai sifat anti inflamasi (anti radang), diuretic (peluruh kencing) dan anti pruritic (menghilangkan gatal). Mempunyai tinggi sekitar 20cm, sehingga membuat gulma ini serupa dengan tanaman lainnya.
Dengan mengenal gulma pada tanaman, kita bisa megantisipasi kehadiran gulma di setiap tanaman. Lakukan pemeriksaan secara berkala untuk memastikan, bahwa tanaman Anda bebas daripada gulma. Salah satu bentuk pengendalian gulma yang bisa dilakukan yaitu, menggunakan senyawa kimia berupa herbisida.
Penggunaan herbisida sering dilakukan oleh petani untuk mengendalikan pertumbuhan gulma pada areal penanaman. Herbisida yang umum digunakan dalam mengendalikan gulma pada lahan pertanian yaitu SUPREMO 480 SL atau SUPREMO GOLD 490 SL atau SUPRETOX 276 SL. Herbisida ini dapat mengendalikan gulma hingga ke akarnya, sehingga bisa mendapatkan hasil tanaman yang cukup baik.
Demikian Mengenal Gulma Tanaman Pada Lahan Pertanian.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk seluruh Sobat Tani dimanapun berada.
PRODUCT DEVELOPMENT TEAM -
25 Januari, 2021










