Artikel

Event

Agrofair DGW 2022 Pemalang: Tingaktkan Produktivitas Padi di Desa Widodaren

Padi merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting di Indonesia. Mulai dari ibu-ibu rumah tangga, warung makan hingga restoran tak lepas beras. Guna meningkatkan produktivitas padi, kedepan harus selalu ada inovasi dalam pengembangan budidayannya. Bulan Oktober lalu DGW kembali menggelar Agrofair di Desa Widodaren, Kecamatan Patarukan, Kabupaten Pemalang.  

 

Agrofair kali ini digelar di salah satu sawah milik petani. Sebanyak 400 petani andalan DGW hadir ke acara ini, turut hadir juga perwakilan Ketua Gapoktan dan Kepala Desa Widodaren. Kegiatan ini bertujuan untuk memperlihatkan lahan Demplot dengan pertumbuhan padi yang bagus dimana padi tersebut memiliki daun yang hijau dan terhindar dari hama. Petani juga bisa membandingkan lahan demplot yang diberi perlakuan produk DGW dengan lahan kontrol. 

 

agrofair pemalang IMG_2744.JPG

 

Di acara ini petani juga diberikan edukasi cara budidaya padi dengan serangkaian produk DGW untuk memaksimalkan produktivitasnya. Ini sejalan dengan yang dikatakan Fhandan, dari tim Market Development Officer DGW bawasanya produk yang ada di acara agrofair ini berfokus pada hasil akhir yang maksimal. Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Widodaren Pak Nashikin, “Saya sangat mendukung kegiatan Agrofair ini karena dapat menambah wawasan dan pengetahuan para petani yang bilamana diterapkan dengan baik akan meningkatkan pendapatan petani. Terimakasih DGW”. Sementara dari DGW yang di wakili oleh Fhandan Bagaskara selaku MDO Jawa Tengah menagatakan, maksud dan tujuan acara ini yaitu untuk mengedukasi petani dan memperlihatkan lahan demplot agar menjadi percontohan bagi petani. 

 

agrofair pemalang IMG_2782.JPG

 

“Dengan diberikan pengetahuan dan bimbingan, maka petani akan bisa menghasilkan gabah atau padi yang maksimal di lahan pertaniannya. Semua dukungan ini harus berujung pada ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan petani” ucapnya. Acara ditutup dengan pengundian hadiah dan hiburan dari penyanyi.

DIGITAL PROMOTION TEAM -

14 Oktober, 2023

Info Pertanian

Tips Budidaya Tanaman Bawang Merah: Cara Ampuh Mengendalikan Rumput, Gulma Terkendali Sejak Dini

Hallo Sobat Tani! 

 

Komoditas bawang merah merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia. Tanaman bawang merah dapat ditemukan dibanyak daerah di Indonesia terutama di daerah yang merupakan sentra produksi bawang merah seperti Brebes, Nganjuk, Bima, Enrekang, Padang. Bawang merah dapat tumbuh dengan baik di Indonesia karena tanah dan cuaca mendukung untuk mendukung kelangsungan budidaya tanaman bawang merah.

 

Budidaya bawang merah merupakan salah satu budidaya tanaman yang lumayan padat modal. Salah satu biaya dalam budidaya bawang merah yang memerlukan biaya yang cukup tinggi adalah pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) seperti hama, penyakit dan gulma. Masing- masing OPT tersebut memberikan dampak kerugian yang berbeda beda.

 

Gulma merupakan salah satu OPT yang paling merugikan dan harus ditangani sejak dini bahkan sebelum proses penananam. Gulma dapat menyebabkan kerugian karena gulma bersaing dengan tanaman dalam hal kompetisi ruang tumbuh, nutrisi dan cahaya. 

 

1. Kompetisi Ruang Tumbuh 

 

Setiap komoditas tanaman termasuk bawang bawang membutuhkan jarak tanam yang ideal. Jika jarak tanam terlalu rapat, partumbuhan tanaman akan kurang optimal dan membuat iklim mikro disekitar tanaman menjadi kurang bagus untuk tanaman. Jarak tanam yang terlalu lebar membuat jumlah tanaman yang ditanam kurang optimal atau terlalu sedikit. Selain itu, jarak tanam yang terlalu lebar akan memberikan ruang tumbuh yang cukup bagi gulma. Tentu hal ini akan sangat merugikan. 

 

 

2. Kompetisi Nutrisi/ Unsur Hara 

 

Setiap tumbuhan baik yang kita budidayakan maupun tumbuhan liar seperti gulma membutuhkan unsur hara untuk partumbuhan. Jika disekitar tanaman utama tumbuh banyak gulma tentu saja hal tersebut akan sangat merugikan karena unsur hara yang ada di tanah akan diperebutkan oleh tanaman budidaya dan gulma. Jika Sobat Tani memberikan pupuk tambahan baik pupuk hayati maupun kimia juga tetap tidak akan optimal jika masih ditemukan banyak gulma disekitar tanaman utama. Oleh karena itu gulma sangat perlu dikendalikan 

 

3. Cahaya 

 

Semua tumbuhan yang melakukan fotosintesis pasti membutuhkan cahaya. Cahaya merupakan salah satu factor utama yang menentukan hasil fotosintesis. Jika disekitar tanaman budidaya banyak gulma yang tumbuh, cahaya matahari akan diperebutkan oleh tanaman utama dan gulma, apalagi jika gulma tumbuh lebih dominan dan menutupi sebagian besar tanaman utama. 

 

Selain gulma berkompetisi dengan tanaman utama dalam ketihal hal tersebut, gulma juga dapat menjadi inang alternatif atau inang perantara bagi banyak jenis hama dan patogen. Oleh karena itu gulma perlu dikendalikan agar budidaya tanaman yang dilakukan Sobat Tani memberikan hasil yang sesuai dengan harapan Sobat Tani. Tentu saja Sobat Tani DGW tidak mau kan melakukan budidaya suatu tanaman tetapi hasilnya tidak optimal bahkan merugi?

 

Pengendalian gulma dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti pengendalian manual, fisik, mekanik, biologis, maupun kimiawi. Pengendalian gulma secara manual dapat dilakukan dengan mencabut gulma secara langsung. Pengendalian secara fisik dapat dilakukan dengan penggunaan mulsa karena mulsa akan menghambat pertumbuhan gulma. Pengendalian secara mekanik dapat dilakukan dengan memanfaatkan alat – alat seperti parang, cangkul dan sejenisnya. Pengendalian secara biologi dapat dilakukan dengan memanfaatkan musuh alami gulma seperti beberapa jenis serangga maupun patogen, namun pengendalian secara biologi harus hati-hati agar tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Pengendalian gulma secara kimiawi dapat dilakukan dengan memanfaatkan herbisida. 

 

Salah satu jenis herbisida yang paling banyak digunakan untuk mengendalikan gulma bawang yaitu bahan aktif oksifluorfen. Bahan aktif cukup populer untuk petani bawang merah. Apakah Sobat Tani sudah pernah mengenal bahan aktif ini atau bahkan pernah menggunakannya? 

 

DGW juga memiliki produk baru dengan bahan aktif oksifluorfen yaitu Trail 240 EC. Trail 240 EC adalah herbisida selektif tanaman bawang merah yang mampu mengendalikan gulma pada tanaman bawang merah dan aman bagi tanaman utama. Trail 240 EC mampu mengendalikan biji gulma yang belum tumbuh yang berada di dalam tanah. 

 

Trail 240 EC dapat diaplikasikan sebelum tanam atau 1-3 hari setelah tanam dengan penggunaan sebanyak 25-30 ml (1 tutup botol) per tangki 16 liter. Setelah diaplikasikan, Trail mampu bertahan ditanah sekitar 20 – 40 hari sehingga mampu menghambat pertumbuhan gulma. Jadi jika Sobat Tani menggaplikasikan Trail 240 EC di lahan, tanaman bawang merah Sobat Tani aka aman dari gulma. 

 

Apakah Sobat Tani sudah ada yang pernah menggunakan Trail 240 EC? Silahkan bagikan pengalaman Sobat Tani dalam menggunakan Trail 240 EC di kolom komentar. 

 

Trail 240 EC !! Melindungi Sejak Dini

 

Triester-480-EC-100-ml.png

PRODUCT DEVELOPMENT TEAM -

21 Desember, 2022

Event

SOFT LAUNCHING PRODUK TRAIL SEBAGAI SOLUSI PENGENDALI GULMA PADA TANAMAN BAWANG

Salah satu strategi promosi paling efektif untuk mengenalkan produk baru salah satunya adalah melalui kegiatan Soft Launching produk baru. Soft Launching menjadi platform ideal untuk memasarkan produk baru secara langsung kepada petani dengan metode pembuatan demplot dan disaksikan langsung oleh petani, sehingga para petani dapat menyaksikan langsung hasil dari kualitas produk Trail sebagai solusi bagi para petani bawang. Sesuai dengan nama kegiatan, Soft Launching dilaksanakan dalam skala kecil kehadiran peserta dalam suatu kelompok saja, namun masiv di lakukan berbagai wilayah seperti sumatera barat, brebes, nganjuk, bima dan enrekang di sulawesi selatan. 

 

Picture2.png

 

Acara ini menghadirkan pameran tanaman hasil demo penggunaan produk baru. Pengunjung dapat melihat langsung efikasi dan kegunaan dari produk tersebut. Hal ini menciptakan pengalaman berharga dan membangun antusiasme petani. Produk baru yang diluncurkan yaitu TRAIL 250 EC, merupakan herbisida kontak pra tumbuh berbentuk pekatan yang dapat diemulsikan berwarna coklat tua, digunakan untuk mengendalikan gulma di tanaman bawang merah. Hasil uji coba demo plot memperlihatkan gulma di tanaman bawang merah yang disemprot menggunakan produk Trail belum tumbuh (lahan masih bersih) sampai usia 30 hari setelah penyemprotan dan tidak ada toksisitas pada tanaman bawang merah.

Dalam suasana yang santai dan interaktif, Soft Launching juga menyediakan kesempatan bagi pengunjung untuk berkonsultasi langsung mengenai produk. Tim ahli dapat memberikan informasi yang jelas dan edukatif tentang produk yang diluncurkan, termasuk cara penggunaan, manfaat, dan dampaknya terhadap hasil pertanian, sehingga dapat meningkatkan pemahaman konsumen.

 

Picture3.png

 

Tidak hanya memamerkan produk, Soft Launching juga memfasilitasi penjualan langsung. Dengan menyediakan area penjualan, pengunjung dapat segera memperoleh produk yang menarik minat mereka, menciptakan pengalaman pembelian yang instan dan mempercepat adopsi produk di pasaran.

Undian berhadiah menjadi salah satu daya tarik dalam acara ini. Peserta yang hadir memiliki kesempatan untuk memenangkan hadiah menarik, yang diundi pada acara tersebut. Untuk memeriahkan acara, dihadirkan live music bagi pengunjung yang sudah hadir. Penampilan live musik tidak hanya menciptakan suasana yang menyenangkan, tetapi juga meningkatkan daya tarik acara dan membuat acara lebih berkesan.

 

Picture4.png

 

Acara ini tidak hanya merupakan kesempatan besar bagi petani untuk mempelajari produk baru, namun juga merupakan kesempatan untuk membangun jaringan dengan sesama petani yang hadir. Dengan mendiskusikan produk ini dengan petani lain dan petugas lapangan, pengunjung dapat memperoleh wawasan berharga tentang bagaimana produk tersebut dapat cocok dengan praktik pertanian mereka.

Melalui acara Soft Launching, perusahaan dapat mendapatkan pemahaman lebih baik tentang preferensi dan kebutuhan target pasar. Tanggapan langsung dari konsumen dan reaksi mereka dapat memberikan wawasan berharga untuk meningkatkan produk dan strategi pemasaran.

Melalui kombinasi pameran produk, konsultasi langsung, penjualan instan, hiburan musik, dan undian berhadiah, Soft Launching menjadi strategi yang holistik dan menyeluruh dalam mempromosikan produk baru. Dengan fokus pada interaktivitas dan kesenangan, acara ini dapat menciptakan pengalaman yang positif dan merangsang minat konsumen.

 

 

 

DIGITAL PROMOTION TEAM -

10 Desember, 2022

Gathering

DGW 21th ANNIVERSARY GOES TO THAILAND

Usia perusahaan yang semakin bertambah merupakan perjalanan yang panjang dan patut mendapatkan apresiasi. Beberapa badai krisis yang menerpa perusahaan sempat menggoyahkan namun berhasil dilewati dengan baik. Perusahaan telah berbenah, visi dan misi ditetapkan dan dijadikan motivasi untuk terus bekerja keras dan berinovasi. Kini, perusahaan sedang menanjak naik, berusaha bersama seluruh lapisan karyawan untuk meraih yang terbaik. Dengan tema DGW 21th Anniversary goes to Thailand, bersama customer terbaik, DGW mengadakan wisata ke Thailand. Customer berasal dari profit center yang tersebar diseluruh penjuru Indonesia mulai dari Sumatera hingga Papua. 

 

Kegiatan ini merupakan salah satu apresiasi kepada kios R1 atas kerjasama yang sudah terjalin selama ini. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 9 sampai dengan 14 November 2022 yang dibagi menjadi 3 batch keberangkatan. Masing-masing batch memiliki waktu 4 hari untuk mengunjungi beberapa tempat wisata di Thailand. Tempat wisata yang dikunjungi antara lain, Wat Arun, Bangkok Grand Palace, dan, Ancient City, kemudian dilanjutkan berbelanja di Honey Shop & Dry Fruit Shop, Siam Factory Outlet, Chatuchak, Srinagarinda Night Market, Asiatique Night Market, dan MBK Shopping Center. 

 

Salah satu rangkaian acara perayaan DGW 21th Anniversary adalah Gala Dinner yang dihadiri oleh seluruh peserta dari berbagai batch. Gala Dinner dilaksanakan pada tanggal 11 November 2022 dan bertempat di Ballroom The Berkeley Hotel Patrunam Bangkok. David Yaory, selaku CEO DGW, ikut hadir dalam acara ini bersama dengan seluruh Regional Sales Manager (RSM) hingga Sales Superviser (SS). Pada kesempatan ini, Bapak David Yaory mengungkapkan dalam sambutannya, “Mudah-mudahan ini menjadi satu pengalaman yang tidak terlupakan bagia semua”. Tidak hanya itu, dalam kegiatan Gala Dinner ini juga dimeriahkan oleh tarian tradisional Thailand dan juga terdapat banyak hadiah undian untuk kios R1, mulai dari smartphone, smartwatch, sepeda listrik, motor listrik, hingga hadiah utama, yaitu mobil. Salah satu kios yang beruntung mendapatkan hadiah utama, yaitu CV Serasan Agro yang berasal dari Sumatera Selatan. Peringatan Hari Ulang Tahun yang menembus angka 21 ini diharapkan dapat menjadi titik awal untuk menjadi perusahaan dengan performa yang jauh lebih baik dibanding sebelumnya.

DIGITAL PROMOTION TEAM -

14 November, 2022

Event

Mini Launching: Meraih Kesuksesan Bersama Trail

Demi mewujudkan daerah dengan produktivitas bawang merah terbesar di Malang, 30 Oktober lalu, Mobile Development Officer (MDO) dari DGW melakukan peluncuran teknologi baru pembasmi gulma tanaman bawang Trail 240 EC di Desa Mulyorejo, Kecamatan Ngantang, Kab. Malang, Jawa Timur. 

 

Sekitar 100 petani andalan DGW, masyarakat, serta pemerintah setempat hadir untuk melihat langsung performa teknologi Trail di lahan pertanian bawang merah. Salah satu rangakaian kegiatan diacara ini yaitu Tour Lahan Demplot, petani diajak berkeliling oleh staf MDO setempat, Pandu Bagus, untuk mengamati lahan bawang merah yang sudah diaplikasikan Trail sekaligus berdiskusi secara langsung dengan petugas DGW yang ada di lapangan. 

 

Disini juga dijelaskan bahwa gulma dapat menurunkan kuantitas tanaman budidaya yang disebabkan oleh adanya kompetisi gulma dengan tanaman dalam perebutan air, tanah, cahaya matahari, unsur hara, ruang tumbuh dan udara yang menyebabkan pertumbuhan tanaman terhambat. Untuk itu, Trail hadir sebagai solusi pengendalian gulma yang efektif dan efisien. 

 

Dengan edukasi mengenai pentingnya mengendalikan gulma sejak dini, petani diharapkan dapat meningkatkan produktivitas bawang merah sehingga kesejahteraan juga ikut meningkat. 

 

Anang Setiawan, salah satu petani andalan DGW telah membuktikan kehebatan teknologi Trail yang diaplikasikan pada lahan bawang miliknya, "Ketika saya menggunakan produk lain, biasanya gulma itu tumbuh lagi pada umur 15 hst, setelah pakai Trail, gulma hanya tumbuh lagi di umur 30 hari lebih, jadi tanaman bawang saya lebih sehat karena tidak terganggu gulma dan unsur hara yang diserap tanaman jadi lebih maksimal” ucapnya. Setelah diajak berkeliling lahan, para petani diberi kesempatan untuk mengikuti pengundian hadiah. 

 

Lahan demplot ini sekaligus menjadi contoh bagi petani bawang merah dan masyarakat pada umumnya yang berada di wilayah Mulyorejo dan seekitarnya dalam meningkatkan produktivitas bawang merah dengan cara merawat tanaman dengan sebaik-baiknya dan mencegah gulma tumbuh sedini mungkin.

DIGITAL PROMOTION TEAM -

30 Oktober, 2022

Event

Agrofair DGW 2022: Hidden Gems di Priangan Timur

Minggu, 9 Oktober 2022, DGW mengadakan Agrofair di Dusun Sidamulya, Desa Langensari, Kota Banjar. Sekitar 300 petani, BPP, dan pemerintah setempat hadir di acara ini. Banjar dipilih karena memiliki potensi pertanian yang cukup besar, terutama di tanaman padinya sehingga cocok untuk dijadikan percontohan. Pada kesempatan kali ini DGW memperkenalkan inovasi teknologi baru yaitu BALSECTLI (Balistic, Klensect, Leili) dan EXIS (Explore, Astonish). Teknologi tersebut ditujukan untuk melindungi padi mulai dari masa vegetatif hingga generatif sehingga mendapatan hasil yang maksimal. 

 

AGRO FAIR BANJAR JABSEL 2022.00_00_49_33.Still007.jpg

 

Bapak Sutono, petani asal Desa Lengen telah membuktikannya, teknologi ini membantu meningkatkan hasil panen dari yang sebelumnya hanya 5 ton/ha, menjadi 12,9 ton/ha. Sesuai dengan yang disampaikan oleh Product Manager of Insecticide, Lutfi L. Dinendra, “Keunggulan dari produk DGW yaitu kita fokus ke hasil akhir, kualitas dan kuantitas dari gabah itu, dimana lebih bening, lebih berbobot dan beras yang pecah berkurang. Karena dari awal kita rawat, sehingga hasilnya akan lebih maksimal," 

 

Melalui kegiatan ini petani diharapkan dapat meningkatkan pengetahuannya mengenai cara meningkatkan kualitas dan kuantitas padi. Selain memberikan edukasi mengenai teknologi baru, DGW juga mengadakan game dan kuis berhadiah dari mobil DGW Roadshow. Untuk membaca liputan mengenai Agro Fair DGW Banjar silahkan akses tautan berikut: 

 

https://www.hkindonesia.com/m/read-5355-2022-10-04-agro-fair-dgw-2022-menjadi-solusi-bagi-petani-untuk-meningkatkan-hasil-produksi.html

DIGITAL PROMOTION TEAM -

09 Oktober, 2022

Event

Hari Tani Nasional, Petani Pahlawan Pangan Nasional

Hari Tani Nasional bertepat pada 24 September merupakan hari untuk memperingati dan mengenang sejarah para petani serta membebaskannya dari penderitaan. Sejarah Hari Tani Nasional dilansir dalam situs resmi Serikat Petani Indonesia (SPI) bahwa penetapan tanggal 24 September sebagai Hari Tani Nasional berasal dari Keputusan Presiden Republik Indonesia (Kepres RI) No. 169 tahun 1963. Tanggal tersebut dipilih karena bertepatan dengan tanggal di mana Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria (UUPA 1960) disahkan. UUPA 1960 merupakan spirit dan menjadi dasar dalam upaya merombak struktur agraria Indonesia yang timpang dan sarat akan kepentingan sebagian golongan akibat warisan kolonialisme di masa lalu. 

 

Tepat di hari Tani Nasional pada tanggal 24 September 2020, Kali ini kita bakal merangkum sedikit hasil dari Diskusi Interaktif DGW bersama Pak Syafrizal (Direktur Pelaksana Alishter) dan Petani di seluruh Indonesia.

 

Menurut Pak Syafrizal dampak dari pandemi ini tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi berdampak juga terhadap aspek ekonomi dan juga aspek ketahanan pangan. Berbicara ketahanan pangan sangatlah erat kaitannya dengan ketersediaan pangan itu sendiri.

 

Nah oleh karena itu sobat tani memiliki peran penting dalam memenuhi ketersediaan pangan bagi masyarakat. Salah satu cara agar ketersediaan pangan nasional terpenuhi selain dari dukungan pemerintah diperlukan dukungan petani dengan melakukan proses budidaya tanaman secara baik dan benar.

 

Menurut Pak Syafrizal hal-hal umum yang menjadi tantangan bagi petani di antaranya:

 

1. Kepemilikan lahan

Jumlah kepemilikan lahan yang sedikit dan status kepemilikan lahan (milik, sewa, dan bagi hasil) memiliki pengaruh terhadap pendapatan petani. Petani dengan status kepemilikan lahan sewa memiliki tingkat pendapatan yang lebih kecil dari petani yang memiliki lahan sendiri. Hal ini dikarenakan petani dengan kepemilikan lahan sewa memiliki kewajiban tambahan bagi petani sewa berupa biaya sewa ataupun bagi hasil dengan pemilik lahan.

 

2. Perubahan iklim atau musim 

Perubahan iklim atau musim sangat mempengaruhi produksi hasil pertanian. Perubahan suatu iklim akan berdampak nyata pada hasil produksi tanaman. Hal ini dikarenakan perubahan iklim dapat menyebabkan kemarau panjang atau hujan berlebih yang menyebabkan banjir. Sehingga secara umum perubahan iklim dapat menurunkan produksi tanaman. Oleh karena itu penerapan klimatologi pada pertanian merupakan penting dalam membantu proses keberhasilan Bertani, mengingat setiap jenis tanaman pada berbagai tingkat pertumbuhan memerlukan kondisi iklim berbeda-beda.

 

3. Harga pangan global

Harga pangan global yang rendah menjadi tantangan tersendiri bagi para petani. Keumuman harga pangan yang rendah disebabkan panen raya atau melimpahnya hasil panen tetapi sedikit permintaan. Tips yang diberikan oleh Pak Syafrizal sendiri yaitu dengan mengatur jadwal penanaman dan menjual hasil tani secara berkelompok seperti membuat koperasi tani agar harga jual tidak mudah dimainkan oleh tengkulak. 

 

4. Kehilangan hasil 

Kehilangan hasil pertanian dapat disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya dapat disebabkan karena adanya bencana seperti banjir, longsor dan lain-lain. Selain itu juga dapat disebabkan oleh serangan organisme pengganggu tanaman baik hama, penyakit, maupun gulma.

 

Melalui moment ini kami mengajak para petani Indonesia untuk terus berjuang dalam memenuhi pangan nasional, Jayalah Indonesiaku, Jayalah Pertanianku!

PRODUCT DEVELOPMENT TEAM -

24 September, 2022

Event

Agro Fair DGW 2022: Ribuan Petani Sragen Berbondong-bondong Menyaksikan Padi Kualitas Terbaik

Sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap petani dan perkembangan pertanian di wilayah desa Bener, Dharma Guna Wibawa menggelar kegiatan Agro Fair di Desa Bener, Kecamatan Ngampral, Kabupaten Sragen, Jawa tengah. Sekitar 1200 petani andalan DGW, babinsa, kepolisian, serta pemerintah setempat hadir di acara Agro Fair 2022 untuk melihat secara langsung kualitas produk DGW yang diaplikasikan pada lahan demplot dan bisa membandingkannya dengan lahan kontrol. 

 

AGRO FAIR SRAGEN 2020 FIX.00_00_50_38.Still002.jpg

 

Salah satu rangkaian acara Agro Fair 2022 ini yaitu pemaparan tentang cara budidaya padi untuk meningkatkan hasil panen dengan cara melindungi tanaman menggunakan pestisida yang tepat. Ada dua produk fokus pada acara Agro Fair kali ini, yang pertama adalah Insectisida Balistict 50 SC yang berfungsi untuk mengendalikan hama pada tanaman padi seperti penggerek batang padi, thrips serta kutu kutuan. Produk selanjutnya adalah Fungisida Explore 250 EC yang berfungsi untuk mengendalikan penyakit pada tanaman padi, selain itu Explore 250 EC juga bergungsi sebagai zat pemgatur tumbuh (ZPT), selain kedua produk fokus tersebut ada juga pembahasan tentang beberapa produk lainnya seperti, Herbisida Sumpremo 480 SL, Supretox 276 SL, Avatar 400 SC, dan Biostimulan Leili 2000

 

agrofair sragen.JPG

 

Acara Agro Fair kali ini juga melibatkan UMKM yang ada di desa Bener. Sebanyak 15 UMKM di undang untuk berkolaborasi di acara ini. Petani Sragen sangat antusias mengikuti acara Agro Fair ini karena bisa melihat tanaman padi yang sudah diaplikasikan pestisida DGW, pertumbuhannya lebih merata, tanaman lebih hijau, serta terbebas dari hama, penyakit dan gulma. Para petani juga diajak untuk berdiskusi mengenai tantangan yang dihadapi ketika bercocok tanam padi. 

 

Bapak Guntoro, salah satu petani andalan DGW wilayah Sragen mengatakan bahwa kegiatan Agro Fair ini harus sering dilakuan karena rangkaian acaranya sangat mengedukasi petani. Beliau berharap semoga kedepannya makin sering di adakan acara seperti ini. Senada juga disampaikan Bapak Wahyu Tri Utomo selaku Head of Profit Center, “Antusias petani sangat besar, semua senang, semua membeli produk DGW, kedepannya kami dari tim DGW akan memperbanyak kegiatan seperti ini dan melibatkan semua aspek masyarakat termasuk UMKM yang ada di Desa Bener ini”. Acara ditutup dengan pengundian hadiah dan hiburan musik. DGW SUKSES BERSAMA PETANI.

DIGITAL PROMOTION TEAM -

21 September, 2022

Event

DGW Gelar Panen Raya Padi Inpari Bersama Petani

Pada 5 September lalu, Dharma Guna Wibawa menggelar panen raya padi Inpari Nutri Zinc bersama Gapoktan Lestari Makmur di Desa Rowo Kangkung, Kecamatan Rowo Kangkung, Kabupaten Lumajang. Kegiatan ini bertujuan untuk menunjukan hasil produktivitas padi yang sudah diaplikasikan produk DGW. 

 

Sebelum kegiatan ini dilaksanakan, petani diberi bekal pengetahuan mengenai cara meningkatkan produktivitas padi melalui sekolah lapang. Supervisor MDO wilayah Jawa Timur, Syaiful Anam, menjelaskan bahwa selama ini pihaknya melakukan pendampingan kepada petani, salah satunya yaitu dengan cara mengedukasi petani tentang Seed Treatment menggunakan produk DGW yang bertujuan untuk melindungi tanaman dari hama dan penyakit. 

 

Petani merasa senang dengan hasil panen pada musim kali ini yang mengalami peningkatan signifikan, dari yang awalnya hanya 1,2 ton meningkat menjadi 1,4 ton setelah didampingi petugas DGW. Semua dukungan ini dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan petani. 

 

Untuk informasi lebih lanjut mengenai kegiatan Panen Raya Padi Inpari, silakan akses tautan berikut:

https://jatimhariini.co.id/2022/10/06/gapoktan-lestari-makmur-desa-rowokangkung-lumajang-panen-raya-perdana-inpari-nutri-zinc/?amp

DIGITAL PROMOTION TEAM -

05 September, 2022

Event

Lomba Video Kenangan Manis Bersama DGW

Penyebaran informasi yang cepat dan masif tidak terlepas dari perkembangan zaman yang semakin maju. Media sosial menjadi bukti bahwa penyebaran informasi kepada khalayak dapat dilakukan dengan mudah. Sebagai bentuk keikutsertaan dalam perkembangan teknologi tersebut, DGW mengadakan lomba video yang bertajuk Kenangan Manis bersama DGW. 

 

Lomba kali ini bertema tumbuh dan sukses bersama DGW. Dalam lomba video ini, Sobat Tani dapat menceritakan pengalaman dari awal sebelum mengenal DGW hingga mengenal dan mengunakan produk DGW. Pendaftaran dan pengumpulan video ini dibuka pada tanggal 10 sampai 20 Agustus 2022. Namun, karena antusias sobat tani yang sangat tinggi, waktu pengumpulan lomba diundur menjadi tanggal 22 Agustus 2022 sekaligus pengumuman pemenang lomba. 

 

Perlombaan ini diikuti oleh sobat tani DGW khususnya yang berada di Facebook, dengan total peserta sebanyak 25 akun. DGW memberikan banyak hadiah menarik bagi 10 peserta dengan video terbaik, seperti sepeda listrik, smart TV, tangki DGW dan juga voucher pulsa. Dari sejumlah peserta yang mengirim karyanya, terpilih 10 karya yang berhasil memenangkan hadiah. Pemenang tersebut diantaranya akun Facebook atas nama A’an yang berhasil mendapatkan hadiah utama sepeda listrik, Paijo Brow berhasil memenangkan smart TV, Albiy, Ell Tigre, Agung Galek yang berhasil membawa pulang tangki DGW, serta Ardie Mahyarudi, Susilo Ningsih, Defit Agus Priyadi, Boca Ampiran, L Abas Ido yang berhasil mendapatkan voucher pulsa. 

 

Dengan adanya lomba ini DGW berharap dapat meningkatkan kreativitas dan semangat sobat tani untuk terus berkarya. Selain itu, diharapkan audience khususnya petani yang melihat video-video tersebut menjadi aware akan pentingnya mencegah serangan hama dan penyakit sebelum terlambat.

 

Sobat Tani bisa melihat beberapa video #kenanganmanisbersamaDGW di Facebook pada tautan berikut:

https://www.facebook.com/mas.anwar.562/videos/764001068053671

 

https://www.facebook.com/watch/?v=1324025721462116

 

https://www.facebook.com/100050035484880/videos/426686329438922/

 

DIGITAL PROMOTION TEAM -

20 Agustus, 2022

Event

Semarak Kemerdakaan: Balap Sepeda Tapi Lambat?

“Petani adalah pahlawan pangan bagi bangsa” itu adalah kalimat yang cocok untuk menggambarkan seorang petani. Sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi kepada petani atas kerja keras, konsistensi dan dedikasi yang luar biasa tinggi dalam menjaga ketahanan serta memenuhi kebutuhan pangan seluruh rakyat Indonesia, DGW mengadakan event Semarak Kemerdekaan, salah satunya adalah Slowbike Competition yang digelar secara Nasional. 

 

slowbike DSCF5023.JPG

 

Jika berbicara “balapan” itu tentang siapa yang paling cepat sampai ke garis finish, namun apa jadinya bila aturannya diganti menjadi yang tercepat malah kalah? Di acara Semarak kemerdekaan kali ini, aturan tesebut direalisasikan dengan serius. Ini terbukti dari hadiah utama yang dihadirkan yaitu satu unit Sepeda Listrik. Acara ini dilaksanakan bertepatan dengan HUT Kemerdekaan RI yang ke 77. 

 

Bertujuan untuk mempererat ikatan antar petani dan juga dengan petugas DGW yang ada di lapangan. Di Toraja, tepatnya di Desa Randanan event Semarak Kemerdekaan ini di mulai dengan pawai dengan tujuan akhir ke lokasi, kemudian disambung dengan upacara pengibaran bendera merah putih yang dilakukan secara hikmat sebagai bentuk menanamkan rasa cinta pada bangsa dan negara Indonesia. 

 

Tingkat kesulitan lomba ini bertumpu pada satu, yaitu keseimbangan, sebab jika peserta lomba ada yang menginjakan kaki di permukaan tanah sebelum mencapai garis finish maka langsung dinyatakan gugur. Namun, tantangan tersebut tidak menyurutkan antusiasme peserta untuk menjadi juara. 

 

slowbike .JPG

 

Keceriaan tampak dari wajah peserta yang menjadi juara di acara ini. Daeng, salah satu peserta, mengaku baru pertama kali mengikuti lomba yang unik seperti ini. “Saya mengalami kesulitan karena harus terus menjaga keseimbangan dan fokus ditengah sorak para penonton dan juri. Saya senang bisa mengikuti lomba ini karena selain asik juga menyehatkan” ungkapnya. Sementara itu, Enre, peserta yang meraih juara ke tiga mengaku, “walaupun saya tidak dapat hadiah utamannya, namun yang terpenting adalah kegembiraan saat berada di sircuit” Ungakpnya sambil tertawa. 

 

Selain Slowbike Competition, di event Semarak Kemerdekaan ini juga ada lomba lainnya seperti, lomba mewarnai untuk anak-anak, dan balap makan kerupuk. Acara ini tidak hanya dihadiri oleh Petani andalan DGW saja, turut hadir juga warga Desa Randanan dan perwakilan pemerintah setempat menjadi sinergi yang harmonis. “Kobarkan semangat, lumpuhkan rasa takut, dan mulailah bergerak menuju sebuah tujuan untuk terciptanya sebuah kemerdekaan.”

 

Sobat Tani dapat menonton acara Slow Bike Competition pada tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=B9DMeGgbL_k&t=2s

DIGITAL PROMOTION TEAM -

17 Agustus, 2022

Event

Agrofair DGW Mamuju: Tingkatkan Produktivitas Melalui Pengetahuan

Penigkatan pengetahuan petani dalam cara budidaya yang baik dan benar pada tanaman padi sangat dibutuhkan sekarang ini. Sehingga para petani akan biasa memanfaatkan lahan yang dimilikinya secara maksimal. Pada bulan Agustus lalu, tim DGW di Sulawesi Barat mengadakan Agrofair di Mamuju yang bertujuan untuk memperlihatkan performa teknologi Balsecli pada tanaman padi. Ada dua hal yang disasar pada acara Agrofair kali ini, yaitu porduktivitas dan kesejahteraan petani. 

 

agrofair mamuju DSCF4741.JPG

 

Sebagai salah satu pemimpin dalam inovasi di bidang pertanian, DGW terus berusaha untuk mengembangkan teknologi yang dapat membantu petani melindungi dan mencegah tanaman mereka. Salah satu contohnya adalah paket teknologi gabungan yang disebut BALSECTLI. Adapun tiga teknologi perlindungan tanaman padi yaitu Balistic, Klensect, dan Leili. Balistic merupakan Insektisida yang dapat membantu petani mengatasi tantangan dari serangan sundep, teknologi ini juga bisa dipakai untuk seed treatmen. Sementara itu, Klensect yang juga dari kategori insektisida adalah teknologi yang sangat ampuh untuk pengendalian Klaper. Yang terakhir yaitu Leili, merupakan Biostimulan yang berfungsi untuk meningkatkan serapan hara dan nutrisi serta menambah jumlah anakan produktif tanaman padi. 

 

agrofair mamuju1.JPG

 

Di acara ini petani diajak ke sawah untuk mengamati kualitas tanaman padi yang sudah diberi perlakuan Balsectli. Sambil berkeliling petani juga diberi penjelasan tentang tata cara memaksimalkan hasil dari lahan yang mereka miliki. Diharapkan para petani yang mendapatkan pengetahuan dari kegiatan ini lebih percaya diri dalam budidaya dan lebih bersemangat untuk mendapatkan hasil yang terbaik. Di sini, petani juga dapat berswafoto di beberapa spot yang Disediakan. “Saya sangat senang dengan Agrofair ini, selain mendapatkan banyak ilmu, saya juga bisa melepaskan penat dengan cara berfoto di sawah. Melihat tanaman padi yang sehat dan hijau adalah obat stress paling manjur” ucap Rifki dari Majuju. Setelah selesai berkeliling sawah para petani bisa melakukan pembelian produk di tenda yang sudah disiapkan petugas. Setiap petani yang membeli produk DGW akan diberikan kupon yang nantinya di undi untuk mendapatkan hadiah langsung. 

 

agrofair mamuju DSCF4756.JPG

 

Acara ini dihadiri oleh 500 orang petani andalan DGW dan perwakilan pemerintah setempat. Head Of Profit Center Wilayah Sumatera Barat, Ambo Ajeng mengatakan, Mamuju memiliki potensi yang sangat besar, terutama pada tanaman padi. Petani di wilayah sini pun memliki semangat dan antusias yang tinggi, tinggal diberikan pengetahuan dan bimbingan, petani akan bisa menghasilkan gabah atau padi yang maksimal di lahan pertaniannya. Wardi, anggota Bocah Lumpur mengatakan, “Selama saya kenal produk DGW itu pak, yang namanya penggerek batang dan hawar daun hingga keong bisa kami kendalikan, jadi berkat DGW petani di tempat saya mengalami kenaikan produktivitas hingga 75%, ini bukan sekedar bicara, kami dari tim Bocah Lumpur sudah menguji coba dan menyaksikannya sendiri” Ucapnya. Hal ini sejalan dengan harpan HPC yang ingin membuat produk DGW semakin dikenal dan dicintai petani, beliau juga mengatakan siap membantu petani di lapangan.

DIGITAL PROMOTION TEAM -

15 Agustus, 2022

Event

Gerbas Tani - Kegiatan Belanja Sayuran di Lahan Petani

Masyarakat di Kecamatan Rowokangkung, Kabupaten Lumajang memiliki cara unik untuk meningkatkan perekonomian di tengah naiknya harga kebutuhan pokok. Acara bertajuk Gerbas Tani atau gerakan belanja sayuran di lahan petani merupakan kegiatan tahunan yang digelar oleh kelompok tani di Desa Kedungrejo, Kecamatan Rowokangkung. Kali ini warga berkolaborasi dengan DGW untuk mengadakan kegiatan yang berlangsung selama 3 hari mulai dari tanggal 23-25 Juli 2022. 

 

Berbagai jenis sayuran tersedia seperti sawi, kangkung, brokoli, kubis, jagung manis, tomat, terong, dan lainnya. Pengunjung juga dapat memetik langsung sayuran sesuai kebutuhan mereka dengan harga yang lebih terjangkau. 

 

Sebagai salah satu perusahaan yang sudah di percaya oleh petani, DGW terus berupaya meningkatkan hasil panen bagi para petani dan juga terus mengembangkan teknologi-teknologi terbaru. Teknologi tersebut digunakan dalam kegiatan Gerbas Tani ini sehingga sayuran dan bunga menjadi sehat dan tampak indah. 

 

gerbas tani Still002.jpg

 

Adapun teknologi yang digunakan yaitu LEILI 2000 sebagai biostimulan tanaman yang terbuat dari ekstrak rumput laut (Algene) yang berfungsi untuk meningkatkan serapan hara dan nutrisi pada tanaman. Selain itu, LEILI 2000 juga memperkuat tanaman sehingga tahan terhadap stress dan penyakit. Teknologi lain yang digunakan yaitu BALISTIC, teknologi ini di gunakan pada tanaman yang terserang ulat khususnya sundep. Selain itu, BALISTIC juga dapat digunakan sebagai pencegahan yaitu pada saat perendaman benih (seed treatment)

 

Gerbas Tani dibuka dan di resmikan langsung oleh Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, beserta Ketua DPRD Komisi B, Eko Adis Prayoga, dan ketua kelompok tani setempat, Bapak Heru. Bupati ditemani beberapa pengunjung bekeliling lahan sekaligus memanen beberapa sayuran serta berswafoto di lahan bunga yang sudah disusun rapih yang dikhususkan untuk tempat foto. 

 

Dalam sambutannya Bupati Lumajang menyampaikan, "Ini unik dan betul-betul inovasinya hadir dari Petani Desa Kedungrejo. Kalau ini terus menjadi merek dan identitasnya Desa Kedungrejo, ini akan bisa menjadi kegiatan yang bernilai tambah, tidak hanya sekedar petani dan pembelinya, tetapi masyarakat disekitarnya.” 

 

Selain itu, Ketua DPRD Komisi B juga menambahkan dalam sambutannya, "Ini kegiatan yang sangat bagus, karena bisa meningkatkan nilai tambah di pertanian. Ada sektor-sektor yang bisa berkembang di acara Gerbas Tani. Sehingga butuh banyak support, dan saya ucapkan Terimakasih kepada DGW sudah mensupport acara seperti ini". 

 

Ketua kelompok tani sekaligus koordinator Gerbas Tani, Bapak Heru, mengajak seluruh pengunjung yang hadir, selain untuk membeli dan memetik sendiri hasil panen juga untuk mengamati tanaman yang telah diaplikasikan produk-produk DGW. “Saya sebagai petani , sangat senang dengan adanya acara seperti ini , sembari berwisata kita juga mendapatkan ilmu yang sangat bermanfaat apalagi ada DGW, saya juga menggunakan beberapa produk dari DGW” ujar salah satu petani pemilik lahan di Gerbas Tani. 

 

Pengunjung berasal dari berbagai daerah dan lintas usia, bahkan beberapa sekolah mewajibkan siswanya untuk hadir sebagai salah satu sarana edukasi mengenai pertanian. Salah satu pengunjung yang berasal dari desa tekung mengatakan, “Enak mas, kalau ada acara seperti ini kita sebagai pembeli bisa memetik langsung sayuran yang di inginkan, harganya murah dan selisihnya jauh kalau beli di pasar apalagi ini segar.” 

 

Acara yang berlangsung selama tiga hari ini dihadiri oleh ratusan orang tiap harinya, biasanya pengunjung ramai di pagi dan sore hari dari berbagi daerah.

 

Sobat Tani bisa menyaksikan keseruan Gerbas Tani kali ini pada tautan berikut: https://www.youtube.com/watch?v=Ekaref1Fn6Y&t=11s

 

 

DIGITAL PROMOTION TEAM -

25 Juli, 2022

Event

Budidaya Tanaman Padi Dengan Perlakuan Benih

Budidaya tanaman merupakan cara paling tepat untuk mensejahterahkan pertanian. Salah satunya padi, komoditas pangan utama bagi masyarakat untuk memenuhi kehidupan sehari-hari. Padi harus terus di budidayakan, karena mengandung banyak karbohidrat. Kebutuhan kandungan seperti tanah, curah hujan, serta sinar matahari menjadi faktor pendukung dalam budidaya tanaman padi. 

 

Di Indonesia, padi banyak ditanam di Pulau Jawa, Sulawesi, Sumatera dan Kalimantan. Beberapa daerah tersebut menjadi sentra produksi padi nasional, seperti halnya Karawang, Subang, dan Indramayu (Jawa Barat), Ngawi dan Bojonegoro (Jawa Timur), Lampung dan Sumatera Selatan. Padi juga mulai banyak di tanam di luar daerah, karena sudah adanya program pemerataan produksi padi dari pemerintah. Hingga hasilnya kini, budidaya tanaman padi sudah sampai ke pulau Maluku dan Papua. 

 

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam budidaya tanaman padi, seperti halnya melakukan seleksi benih, perlakukan benih, dan perawatan benih. Ketiga hal ini sangat penting untuk di terapkan, karena sebagai proses pertumbuhan pada tanaman tersebut. Kita bisa melakukan pemilihan benih yang tepat seperti varietas (menentukan hasil panen dari tanaman padi). 

 

Berikut Tahapan Budidaya Tanaman Padi!

 

Terdapat 3 tahapan penting dalam melakukan budidaya tanaman padi, yaitu: 

 

  • Seleksi Benih 

 

Pemilihan benih yang tepat merupakan langkah awal yang sangat menentukan dalam sukses tidaknya budidaya tanaman padi. Langkah pertama yaitu dengan memilih jenis varietas yang sesuai dengan kondisi lingkungan. Varietas yang tepat jika ditanam ditempat yang sesuai akan menjadikan pertumbuhan dan perkembangan tanaman padi lebih baik. Langkah selanjutnya yaitu pemilihan benih bermutu. Benih bermutu adalah benih yang memiliki daya tumbuh baik, potensi hasil tinggi, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, tahan cekaman lingkungan serta kualitas hasil yang terjamin. 

 

Salah satu cara memilih benih dengan mutu terbaik adalah membeli benih yang bersertifikat resmi. Jika benih yang dipilih adalah benih lokal atau benih hasil panen sebelumya, dapat dilakukan seleksi benih dengan metode yang disarankan. Dalam melakukan seleksi benih dengan mutu terbaik, dapat dilakukan sendiri. 

 

Langkah pertama menyiapkan wadah yang diisi dengan air secukupnya. Selanjutnya masukkan benih padi pada wadah tersebut, kemudian aduk benih dalam wadah tersebut sampai ada benih yang tenggelam dan mengambang. Selanjutnya buang benih yang mengambang tersebut, karena benih yang mengambang adalah benih yang kualitasnya kurang baik. Anda bisa memilih benih yang tenggelam, karena benih ini memiliki kualitas terbaik.

 

Seleksi-Benih-Padi.jpg

 

  • Perlakuan Benih 

 

Perlakuan benih merupakan faktor penting untuk budidaya tanaman padi. Biasanya setelah mendapatkan benih terbaik, petani merendam benih kedalam air. Perendaman ini memakan waktu sekitar satu malam atau bisa sampai dua malam, tergangung jenis benih yang di dapatkan. Hal tersebut dilakukan untuk memecah dormansi benih padi, sehingga benih padi lebih mudah berkecambah. Dalam melakukan perendaman benih padi, kita juga dapat menambahkan beberapa nutrisi tanaman berupa pupuk kandang, pupuk kompos, dan pupuk hayati. Hal ini untuk mengurangi stres tanaman, serta meningkatkan ketahanan tanaman dari serangan hama dan penyakit.

 

Penambahan fungisida atau insektisida juga dapat dilakukan agar menghindari hama dan penyakit tanaman, caranya bisa menggunakan Dense 520 SC. Hal ini dilakukan untuk melancarkan persemaian benih padi agar tumbuh dengan cepat, serta mencegah penyakit terbawa oleh benih. Produk lain yang bisa digunakan untuk perlakuan benih yaitu Leili 2000. Leili 2000 adalah produk biostimulan yang terbuat dari ekstrak rumput laut. Leili 2000 meningkatkan daya berkecambah dan mempercepat pertumbuhan tanaman.

 

Langkah – langkah perlakuan benih yang dilakukan sebagai berikut: 

 

1. Siapkan wadah yang telah berisi air bersih 

 

2. Masukkan Balistic 50 SC / Penalty 50 SC dengan konsentrasi 2 ml/l dan aduk sampai rata. Jika diperlukan bisa ditambahkan Dense 520 SC dengan konsentrasi 2 ml/l dan aduk sampai rata 

 

3. Masukkan Leili 2000 dengan konsentrasi 1 ml/l dan aduk sampai rata 

 

4. Masukkan benih padi yang telah diseleksi kedalam campuran tersebut selama 24-48 jam 

 

5. Keringkan benih yang telah direndam selama 3 jam dibawah sinar matahari 

 

6. Masukkan benih yang telah dikeringkan ke dalam karung dan tambahkan Leili 2000 sebanyak 1 ml/l dan kemudian diperam selama 24-48 jam.

 

Perendaman-Benih-1.jpg

 

Perendaman-Benih-2.jpg

 

 

  • Perawatan Benih 

 

Jika semua cara sudah dilakukan dari seleksi benih hingga perlakuan benih, maka langkah selanjutnya yaitu perawatan benih. Benih yang sudah direndam beberapa hari harus segera di semai kedalam media tanam. Hal ini untuk mencegah pembusukan benih yang sudah terlalu lama di air. Benih-benih yang sudah bersemai akan di pindahkan ke dalam media tanah, biasanya petani memindahkannya ke sawah untuk proses yang lebih cepat. Dengan nutrisi tanaman, tentunya padi harus terus diperhatikan agar proses pertumbuhan berlajan lancar. 

 

Terdapat juga produk yang bisa dipakai dalam perawatan padi, diantaranya Balistic 50 SC / Penalty 50 SC konsentrasi 2 ml/l dan Leili 2000 konsentrasi 1 ml/l. Produk – produk tersebut dapat dicampurkan untuk perawatan benih, sehingga hasil yang didapatkan bisa lebih optimal. Benih yang telah diberi Leili 2000 dan Balistic50 SC / Penalty 50 SC memiliki daya kecambah yang lebih baik dan merata, serta akar yang lebih panjang. Nantinya benih tersebut sudah dapat disemai atau pindah tanam langsung jika sudah besar seperti biasa. 

 

balistic klensect leili.jpg

 

Dengan melakukan budidaya tanaman, tentunya proses pertumbuhan tanaman akan berlajan dengan baik. Mulai dari seleksi benih, perlakuan benih, hingga perawatan benih. Pastinya juga memerlukan nutrisi tambahan untuk mencegah hama dan penyakit berkumpul. Hal ini bisa anda lakukan dengan menggunakan produk seperti Balistic 50 SC / Penalty 50 SC dan Leili 2000. 

 

Anda bisa mengikuti tahapan yang dilakukan di atas, lalu praktikan sendiri dirumah. Jika berhasil, maka lakukan budidaya tanaman lainnya. Hal ini untuk melihat apakah budidaya tanaman padi juga bisa diterapkan pada jenis tanaman lainnya, sehingga hasilnya bisa merata. 

 

Demikian Budidaya Tanaman Padi Dengan Perlakuan Benih. 

 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk seluruh Sobat Tani dimanapun berada.

PRODUCT DEVELOPMENT TEAM -

25 Januari, 2021

Info Pertanian

4 Cara Memilih Pestisida Pertanian yang Tepat

Pestisida adalah zat kimia berbahaya yang digunakan untuk membasmi hama. Maksud hama disini yaitu tungau, jamur, bakteria, virus, nematoda (cacing yang merusak akar), siput, tikus, burung dan hewan lain yang dianggap merugikan pertanian. 

 

Dalam pengertiannya, pestisida ini sudah tertuang dalam peraturan pemerintah tahun 1973 yaitu: 

 

  • Mencegah hama dan penyakit yang merusak tanaman. 

 

  • Memberantas semua jenis rerumputan liar. 

 

  • Mematikan daun atau bagia-bagian tanaman lain yang tidak termasuk pupuk. 

 

  • Memberantas dan mencegah hama penggangu yang berbahaya. 

 

  • Mencegah binatang penggangu bahkan binatang yang dilindungi sekalipun. 

 

Pestisida sering sekali digunakan pada bidang pertanian (crop protection products). Pestisida pertanian dipilih untuk mencegah binatang-binatang penganggu yang dapat menyebabkan penyakit pada tumbuhan. Caranya dengan melakukan pengelolaan pestisida seperti pembuatan zat kimia, pengangkutan hama, penyimpanan tanaman, peragaan tanaman, penggunaan atau pemusnahan pestisida. 

 

Cara Memilih Pestisida Pertanian yang Tepat

Berikut cara memilih pestisida pertanian yang tepat, diantaranya: 

 

1. MENGENAL JENIS SASARAN 

 

Sebelum sobat tani membeli pestisida, terlebih dahulu kita harus mengenal sasaran yang akan sobat tani kendalikan. Caranya amati gejala dan tanda serangan yang ada pada tanaman. Kemudian tentukan sasaran yang akan sobat tani kendalikan. Sasaran yang akan dikendalikan bisa berupa gulma, serangga, akarina atau tungau, dan juga penyakit tanaman yang disebabkan oleh virus, jamur, nematoda ataupun bakteri. Sobat tani bisa mengamati gejala dan tanda serangan di pagi ataupun sore hari agar terhindar dari panasnya trik matahari. 

 

2. MENENTUKAN JENIS PESTISIDA

 

Setelah mengetahui gejala dan tanda serangan kita bisa menentukan sasaran apa yang akan kita kendalikan. Setelah itu hal yang harus kita lakukan yaitu menentukan jenis pestisida yang akan kita gunakan sesuai dengan sasaran yang telah ditentukan. Berikut 10 jenis pestisida umum berdasarkan sasarannya: 

 

JENIS PESTISIDA

TARGET SASARAN

NAMA PESTISIDA

BAKTERISIDA

Mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh bakteri

BENLOX 50 WP

AKARISIDA

Mengendalikan Akarina

DEMOLISH 18 EC

FUNGISIDA

Mengendalikan penyakit yang disebabkan oleh cendawan/jamur

CORONA 325 EC, DENSE 520 SC

HERBISIDA

Mengendalikan Gulma

SUPREMO 480 SL, SUPRETOX 276 SL

INSEKTISIDA

Mengendalikan Serangga

CHLORMITE 400 EC, BALISTIC 50 SC

MOLUSKISIDA

Mengendalikan keong / siput

BESTNOID 60 WP, ANILO 60 WP

ANTRAKTAN

Mengundang / Menarik Hama

METIL EUGENOL

REPELENT

Menolak / mengusir hama

KLENSECT 200 EC

RODENTISIDA

Mengendalikan tikus    

XILAW RMB

TERMITISIDA

Mengendalikan Rayap

CHLORMITE 400 EC, PENALTY 50 SC

 

 

3. MEMAHAMI CARA KERJA PESTISIDA 

 

Selanjutnya sobat tani juga harus memahami cara kerja dari pestisida tersebut. Jika lihat memang pestisida pertanian memiliki beberapa sifat yang sangat mematikan, contohnya: 

 

  • Racun Kontak, jenis pestisida yang bekerja dengan cara masuk ke dalam tubuh serangga dengan sasaran kulit (kutikula) dan ke bagian tubuh secara aktif. 

 

  • Racun Pernafasan, jenis pestisida yang dapat membunuh serangga dengan cepat lewat sistem pernapasan serangga tersebut.

 

  • Racun Lambung, jenis pestisida yang membunuh serangga lewat organ pencernaan. Dapat membunuh serangga dengan cepat. 

 

  • Racun Metabolisme, jenis pestisida yang dapat membunuh serangga dengan mengintervensi proses metabolismenya.

 

  • Racun Protoplasma, jenis pestisida yang akan mengganggu fungsi sel karena protoplasma sel menjadi rusak. 

 

  • Racun Sistemik, jenis pestisida yang disemprotkan atau ditebarkan pada bagian tanaman melalui akar dan daun. Pestisida ini dapat membunuh hama seperti jamur dan bakteri. 

 

 

4. KUALITAS PESTISIDA 

 

Setelah mengetahui cara kerja pestisida pada tanaman sobat tani sudah punya bekal 75% untuk memilih pestisida yang tepat untuk tanaman sobat tani. Selanjutnya hal yang terpenting dalam menentukan suatu pestisida yaitu kualitas pestisida itu sendiri loh. Terkadang kita sering menemukan suatu pestisida yang memiliki bahan aktif yang sama tetapi memiliki kemampuan yang berbeda. Nah berikut ciri-ciri pestisida yang memiliki kualitas baik di antaranya 

 

1. Terdapat nomor pendaftaran pestisida yang dikeluarkan oleh Kementrian Pertanian 

 

2. Terdapat tanggal produksi dan juga kadaluwarsa pestisida yang tercantum dalam kemasan 

 

3. Terdapat label petunjuk penggunaan pada kemasan 

 

4. Terdapat petugas lapangan yang akan membina dan juga bertanggung jawab terhadap produk tersebut

 

Dampak dan Fungsi Penggunaan Pestisida Pertanian 

 

Berikut adalah dampak positif dari penggunaan pestisida, yaitu: 

 

  • Bisa diaplikasikan secara mudah. 

 

  • Bisa digunakan dalam area yang luas dalam waktu singkat. 

 

  • Memberikan keuntungan ekonomi secara jangka pendek. 

 

  • Efektif hampir di setiap waktu dan setiap tempat. 

 

  • Menghasilkan dampak yang baik terhadap pembasmi hama. 

 

Berikut adalah dampak negatif dari penggunaan pestisida, yaitu: 

 

  • Kematian alami organisme pengganggu. 

 

  • Menyebabkan timbulnya resistensi. 

 

  • Keracunan terhadap ternak dan hewan peliharaan. 

 

  • Keracunan terhadap makanan dan manusia. 

 

  • Terjadinya residu atau pencemaran lingkungan sekitar. 

 

Berdasarkan fungsinya, pestisida menurut Diding Rachmawati dan Eli Karlina (2009): 

 

1. Menolak kehadiran serangga kembali. 

 

2. Mencegah serangga memakan tanaman kembali. 

 

3. Merusak perkembangan hama seperti telur, larva, dan pupa. 

 

4. Menghambat reproduksi hama. 

 

5. Mengacaukan sistem hormon pada hama. 

 

6. Sebagai racun syaraf terhadap hama dan gulma. 

 

7. Mengendalikan pertumbuhan jamur atau bakteri. 

 

Pestisida memang sangat diperlukan sebagai bahan aktif pertanian, karena membantu petani dalam mengendalikan hama. Oleh karena itu, berdasarkan bahan aktifnya pestisida dapat digolongkan menjadi 4 yaitu: 

Sintetik Anorganik : Merkuri, flourida, dan tembaga sulfat. 

 

  • Organik Organo Khlorin : DDT, SHC, endrin, dieldrin. 

 

  • Heterosiklik : Kepone dan mirex. 

 

  • Organofosfat : klorpirifos dan prefonofos. 

 

  • Karbamat : Karbofuran dan SPMC. 

 

  • Dinitrofenol : Dinex dan lainnya. 

 

Berdasarkan contohnya, jenis pestisida tanaman sebagai berikut: 

 

Tanaman : Berenuk 

Kandungan : Buah mengandung alkoloid 

Cara kerja : Bersifat pengusir hama serangga 

Sasaran : Tikus, Kutu daun dan Wereng 

 

Tanaman : Brotowali 

Kandungan : Buah mengandung alkaloid 

Cara kerja : Sebagai pengusir dan penghambat perkembangan serangga 

Sasaran : Hama gudang, Walang sangit, Ulat daun dan Wereng 

 

Tanaman : Kunyit 

Kandungan : Umbi mengandung racun dioskorin dan diosconin 

Cara kerja : Mempengaruhi system syaraf anti reproduksi 

Sasaran : Kutu daun, Nyamuk, Wereng, Tikus. 

 

Tanaman : Mindi 

Kandungan : Mengandung margosin, glikosdida flafonoid 

Cara kerja : Menolak, menghambat pertumbuhan, dan mempengaruhi system syaraf 

Sasaran : Ulat grayak, Kutu daun, Anjing tanah, Belalang, Wereng, dan Gudang 

 

Tanaman : Srikaya 

Kandungan : Daun dan buah mengandung minyak anonain dan resin 

Cara kerja : Sebagai racun perut dan racun kontak untuk menolak pekembangan telur 

Sasaran : Kumbang, Kutu daun, Nyamuk Rorongo, Wereng coklat dan Walang sangit 

 

Tanaman : Surian 

Kandungan : Daun dan kulit batang mengandung surenon, surenin dan surenolakton 

Cara kerja : Penghambat pertumbuhan dan menolak perkembangan hama 

Sasaran : Tungau, Walang sangit, Kutu kebul, dan Ulat Daun 

 

Tanaman : Sembung 

Kandungan : Mengandung borneol, sineol, limonene dan dimetil etrer floroasetofenon. 

Cara kerja : Mempengaruhi metabolisme syaraf 

Sasaran : Keong mas dan Limus sakeureut 

 

Tanaman : Picung 

Kandungan : Buah dan daun mengandung alkaloid dan asam biru (HCN) 

Cara kerja : Racun kontak yang mempengaruhi system syaraf 

Sasaran : Wereng coklat, Lembing batu, Belalang, Walang sangit, Kutu daun, Ulat grayak 

 

Tanaman : Selasih 

Kandungan : Daun dan bunga mengandung minyak atsiri metilegenol, eugenol, geraniol, sineol. 

Cara kerja : Membasmi pernapasan pada hama Hama 

Sasaran : Lalat buah/Entod longong jantan dari golongan Bactrocera sp 

 

Itulah cara memilih pestisida pertanian yang tepat. Perlu diingat, bahwa dalam penggunaan pestisida harus memperhatikan batas ambang populasi sekitar. Hal ini dilakukan agar tidak menyebar kepada orang-orang sekitar. PT. Dharma Guna Wibawa sebagai perusahaan Agrochemical di Indonesia, menjamin kualitas produk pestisida yang akan digunakan oleh petani di Indonesia. Anda bisa menggunakan BENLOX 50 WP, DEMOLISH 18 EC, CORONA 325 EC, SUPREMO 480 SL, CHLORMITE 400 EC, BESTNOID 60 WP, KLENSECT 200 EC, PENALTY 50 SC. 

 

Demikian 4 Cara Memilih Pestisida Pertanian yang Tepat.

 

Semoga artikel ini bermanfaat untuk seluruh Sobat Tani dimanapun berada.

PRODUCT DEVELOPMENT TEAM -

25 Januari, 2021